Bimbingan dan Konseling


Nama               : Elita Suratmi

NIM                : 0903921

Tugas               : UTS BK

Jurusan            : Pendidikan IPS

 

UTS MATA KULIAH BIMBINGAN DAN KONSELING

 

Paparan

Tulisan ini saya kutip dari FB murid saya…ia mungkin juga mengutip dari sumber lain, mari kita ” nikmati” isinya.

 

Seorang anak dengan tega menyurati mamanya dan menuturkan hal-hal nakal yang pernah dilakukaknnya. Hal apa yang telah dilakukan anak tersebut?

 Ibu masuk ke kamar putrinya dan melihat surat tergeletak di atas kasurnya. Dengan berdebar ia membaca surat itu, saking takutnya tangannya sampe gemetaran.

“Ma, dengan sangat menyesal dan mohon ampunan dari Mama. Saya harus bilang saya kabur dengan pacar baruku namanya Samson. Saya cinta banget sama dia dan dia juga kereeen banget dengan tato di seluruh tubuhnya juga tindikan dimana-mana.

“Oh ya dia pake motor gede lo, Ma. Bukan itu aja, Ma. Saya sedang hamil dan Samson bilang kami akan bahagia tinggal di pondoknya di hutan. Dia pingin punya banyak anak dan itu emang impianku.

“Oh ya, Ma ternyata mariyuana tuh nggak akan membahayakan kok dan kami berencana menanamnya untuk kami dan juga teman-teman. Kami barteran dengan ekstasi dan kokain. Sementara itu kami berdoa mudah-mudahan ilmuwan bisa cepat menemukan obat penyembuh AIDS supaya Samson lekas sembuh.

“Mama nggak perlu kuatir, Dona kan udah 15 tahun, udah tau gimana jaga diri. Mungkin nanti Dona akan mengunjungi Mama untuk ngenalin cucu Mama.”

Dengan Cinta, Anakmu Dona.

 

NB: Ma, nggak kok… Semuanya boongan, hihihihihih. Sekarang Dona lagi di rumah tetangga sebelah. Dona cuma mau nunjukin bahwa masih ada hal lain yang lebih jelek dalam hidup daripada sekedar nilai raport yang banyak merahnya. TUH, ADA DI MEJA BELAJAR DONA….I LOVE YOU, MA…

Soal

  1. Apa yang terjadi pada dona dalam pandangan bimbingan dan konseling
  2. Jika anda wali kelas dona bagaimana apa yang akan anda lakukan pada dona dan orang tuanya
  3. Apa pembelajaran yang anda peroleh dari paparan sebagai calon guru yang harus memerankan fungsi sebagai pembimbing

 

Jawaban :

  1. Dalam pandangan bimbingan dan konseling Dona mengalami masa dewasa sebelum waktunya, dimana Dona dengan usianya yang masih 15 tahun dengan segala maksud dan tujuannya ingin mengingatkan kepada ibunya bahwa nilai raport yang merah bukanlah hal yang paling buruk yang terjadi di dunia ini, hal ini tentu Dona sangat bijaksana dengan menggunakan komunikasi secara tidak langsung hal ini juga mungkin di karenakan Dona sebagai seorang anak ingin menghindari terjadinya konflik jika mereka bertatap muka secara langsung.
  2. Jika saya menjadi wali kelas Dona hal yang harus saya lakukan terlebih dahulu yaitu bimbingan terhadap Dona untuk perbaikan nilai-nilainya karena berdasarkan pemaparan cerita tersebut sangat jelas menyatakan bahwa ibunya dona sangat menghawatirkan nilai dalm raport dona yang akan merah lagi. Untuk melakukan bimbingan terhadap Dona dilakukan dengan pendekatan Layanan pembelajaran yakni layanan yang memungkinan peserta didik mengembangkan sikap dan kebiasaan belajar yang baik dalam menguasai materi belajar atau penguasaan kompetensi yang cocok dengan kecepatan dan kemampuan dirinya serta berbagai aspek tujuan dan kegiatan belajar lainnya, dengan tujuan agar peserta didik yaitu dona dapat mengembangkan sikap dan kebiasaan belajar yang baik. Layanan pembelajaran berfungsi untuk pengembangan hasil belajar dona agar lebih baik lagi. Selain itu juga tentunya sebagai wali kelas dona yang bertanggungjawab atas hasil belajar dona maka sebagai konselor terlebih dahulu memberikan motivasi kepada dona untuk tetap semangat menjadi lebih baik lagi dengan belajar. Kemudian terhadap orang tua Dona yang mengalami kecemasan setiap kali mendapati anaknya telah dapat pembagian raport, disini sang ibu terlihat cemas, takut akan nilai anaknya menurun lagi. Namun sebagai wali kelas dan sekaligus pembimbing Dona di sekolahan terlebih saya akan mengajak diskusi orang tuanya agar jangan terlalu memperlihatkan kecemasannya didepan sang anak hal ini dikhawatirkan sang anak akan semakin merasa terbebani atas apa yang terjadi yang ditakutkan akan muncul sifat pesimis dalam pikirannya. Orang tua seharusnya mendukung segala upaya yang telah dilakukan anaknya namun tentunya juga dengan pemantauan yang tidak membuat anak merasa kaku dan terbebani seperti menanyakan apakan ada PR hari ini yang harus dikerjakan, atau sekedar menanyakan bagaimana cerita disekolah pagi ini. Dengan begitu orang tua akan mengetahui secara langsung tanpa anak sadari bahwa mereka telah berbicara dan menyampaiakan keluh kesahnya terhadap seorang konselor didalam rumahnya. Hal ini juga dapat dimanfaatkan oleh orang tua untuk memberikan nasihat-nasihat yang tentunya menjadi motivasi bagi Dona sendiri sehingga usaha Dona akan semakin maksimal dan orang tua Dona pun tidak mengalami kecemasan yang seperti itu lagi. Karena yang terpenting dalam suatu pembelajaran adalah prosesnya bukan hasil yang diperolehnya. Namun tentunya orang tua tetap harus memantau proses belajar anak di rumah karena sebagian besar proses belajar adalah dirumah bukan disekolah.
  3. Pembelajaran yang saya peroleh sebagai calon guru yang berperan sebagi pembimbing tentunya dapat mengambil kesimpulan bahwa seperti yang dijelaskan Albert Ellis, manusia pada dasarnya adalah unik yang memiliki kecenderungan untuk berpikir rasional dan irasional. Ketika berpikir dan bertingkahlaku rasional manusia akan efektif, bahagia, dan kompeten. Ketika berpikir dan bertingkahlaku irasional individu itu menjadi tidak efektif. Reaksi emosional seseorang sebagian besar disebabkan oleh evaluasi, interpretasi, dan filosofi yang disadari maupun tidak disadari. Hambatan psikologis atau emosional tersebut merupakan akibat dari cara berpikir yang tidak logis dan irasional, yang mana emosi yang menyertai individu dalam berpikir penuh dengan prasangka, sangat personal, dan irasional.

Dalam hal ini dapat diambil sebuah kesimulan dalam permasalah Dona dan orang tuanya bahwaketika kecemasan yang ada terlalu berlebihan terkadang kecemasan itu berubah menjadi suatu pemikiran yang irrasional, maka yang harus kita tanamkan dalam setiap pemikiran itu dengan menggunakan logika yang rasional dengan memberikan sebuah keterbukaan dan sistem demokratis terhadap anak-anak dengan bimbingan yangtidak menyudutkan anak pada suatu pokok masalah yang akan membuat anak semakin merasa terpojok. Namun dengan memberikan rasa nyaman terhadap anak dengan memberikan motivasi-motivasi dan penanaman nilai yang baik. Dan terkadang kedewasaan itu tidak berdasarkan tua atau muda nya umur seseorang tapi dilihat dari bagaimana cara berfikirnya itu sendiri. Seeorang yang deasa akan cenderung menyikapi segala konflik yangterjadi dengan cara yang lebih bijaksana. Sehingga dalam hal ini untuk menghadapi seorang peserta didik maka kita sebagai pendidik harus selalu berfikir rasional dan keterbukaan dengan sifat demokratisasi jangan selalu menyalahkan tanpa mengetahui bagaiaman prosesnya terlebih dahulu.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

\

 

 

 

 

 

 

 

 

DAFTAR PUSTAKA

 

 

http://faizperjuangan.wordpress.com/2009/03/11/resume-teori-pendekatan-konseling-rational-emotive-therapy/

http://www.hardja-sapoetra.co.cc/2010/03/konsep-bimbingan-konseling-bimbingan.html

Arifin, 2007, PendidikanAanak Berkonflik Hukum, Bandung : PT. Alfabeta.

McLeod, John, Pengantar Konseling, Teori dan Studi Kasus, Jakarta : Kencana Prenada Media Group.

 

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s