Kajian Kemiskinan dan Kriminalitas 2


Nama               : Elita Suratmi

NIM                : 0903921

Jurusan            : Pendidikan IPS

UAS                : Kajian Kemiskinan dan Kriminalitas

 

JAWABAN

  1. Definisi Kemiskinan dari beberapa pakar yaitu :
  • Suparlan (2000) mendefinisikan bahwa kemiskinan adalah keadaan serba kekurangan harta dan benda berharga yang diderita oleh seseorang atau sekelompok orang yang hidup dalam lingkungan serba miskin atau kekurangan modal, baik dalam pengertian uang, pengetahuan, kekuatan sosial, politik, hukum, maupun akses terhadap fasilitas pelayanan umum, kesempatan berusaha dan bekerja.
  • Purwanto (2001) kemiskinan adalah suatu situasi dan kondisi yang dialami oleh seorang atau kelompok orang yang tidak mampu menyelenggarakan hidupnya sampai suatu tarap yang dianggap manusiawi.
  • Chambers (1983) kemiskinan berkaitan dengan masalah deprivasi sosial, akses kesumberdaya seperti air, tempat tinggal, layanan kesehatan dan sanitasi, pendidikan dan transportasi. Akar masalah kemiskinan adalah ketergantungan, isolasi, ketidakberdayaan dan rendahnya harapan hidup.
  • Kemiskinan mempunyai banyak sisi: ekonomi, sosial dan politik (Harris-white, 2005). Secara ekonomi penduduk miskin tidak memiliki apa-apa (having nothing), secara sosial mereka tidak menjadi siapa-siapa (being nothing), dan secara politik mereka tidak memperoleh hak kecuali korban pembangunan (having no right and being wrong). Karena multidimensi, kemiskinan itu ibarat istilah kecantikan yang didefinisikan berbeda oleh orang yang melihatnya.
  • Kemiskinan itu tidak terlepas dari aspek politik sehingga tidak ada definisi kemiskinan yang paling benar : there is no one correct, scientific, agread definition because poverty is invitablya political conseptandthis inherently a constented one (Alcoct, 1997).

 

  1. Cara mengukur kemiskinan yaitu:

Kemiskinan itu dapat dikelompokan menjadi dua kategori yaitu kemiskinan relatif dan kemiskinan absolut. Kemiskinan absolut yaitu mengacu pada satu set standard ukuran yang konsisten dan tetap , waktu dan negara tidak akan dapat mempengaruhinya. Salah satu cara dalam pengukuran absolut ini yaitu dengan persentase dari populasi yang makan dibawah jumlah yang cukup menopang dan memenuhi kebutuhan tubuh manusia pada saat itu (kira kira 2000-2500 kalori per hari untuk laki laki dewasa). Sehingga seseorang akan dikatakan miskin jika dalam sehari dia tidak bisa mengasup kira-kira 2000-2500 kalori per harinya ini bagi laki-laki. Kemudian Bank Dunia mengartikan bahwa Kemiskinan absolut sebagai hidup dengan memiliki pendapatan yang berada dibawah USD $1/hari dan untuk Kemiskinan menengah pendapatannya dibawah $2 per hari, namun nilai dari $1 itu sendiri berubah dari waktu kewaktu. Maka menurut Bank Dunia seseorang dapat dikatakan miskin jika dalam sehari ia tidak menghabiskan 1 dolar.

  1. Penanggulangan kemiskinan yaitu :

1)      Mengurangi jumlah kemiskinan dengan memperbaiki segi pendapatan melalui pertumbuhan

2)      Melalui pemberdayaan masyarakat dan memperkuat sumber daya manusianya

3)      Mengurangi dan memperbaiki tingkat resiko kerentanan keluarga miskin

4)      Memperbaiki kebijakan pelayanan publik dengan memihak dan menguntukan masyarakat miskin

5)      Pemberian pelatihan kerja dan bantuan modal usaha untuk memulai usaha baru bagi keluarga miskin

  1. Cara memberdayakan masyarakat miskin yaitu dengan memberikan pendidikan karakter yang memberikan wawasan dan cara pandang masyarakat menjadi terbuka yang kemudian dapatmeningkatkan usaha yang lebih produktif dari nilai-nilai yang terkadung dalam pendidikan karakter, perubahan watak dan cara berfikir seseorang memang harus sesegera mungkin di rubah agar tidak berkelanjutan menjadi ketergantungan. Kemudian pemberia pelatihan dan bantuan modal serta bantuan distribusi atau pemasaran oleh pihak terkait akan membantu secara berkelanjutan bagi masyarakat. Yang kemudian akan memberikan kesejahteraan masyarakat miskin.

 

  1. Urbanisasi merupakan penyebab kemiskinan di perkotaan, umumnya para urban datang ke kota dengan harapan mendapatkan pekerjaan yang dapat mengangkat derajat hidupnya sekarang, namun sebagian besar masyarakat tersebut datang kekota dengan tanpa adanya keahlian maupun pendidikan yang memadai akhirnya mereka hanya hidup dan tinggal sesuai kemampuan yang ada dan pekerjaan pun mereka dapat sebagian besar hanya sebagai pekerja tidak tetap atau malah menjadi peminta-minta, pemulung, penjual koran, pedagang kakilima, dll.  Seharusnya pemerintah lebih memperhatikan masyarakat urban yang tidak memiliki pekerjaan yang tetap dan hidup dibawah garis kemiskinan ini dengan memberikan pelatihan keterampilan untuk memulai pekerjaan baru baik di desanya maupun diperkotaan. Namun lebih baik para urban yang tidak memiliki pekerjaan tetap tersebut setelah mendapatkan pelatihan dan pinjaman modal usaha mikro maka mereka dipulangkan kedaerah masing-masing untuk kemudian membuka usaha baru di sana sesuai apa yang telah dibekalkan selama pelatihan, sehingga dapat membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat pedesaan.

 

  1. Kemiskinan natural adalah kemiskinan atau keadaan miskin yang terjadi pada diri seseorang karena memang dari awal atau sejak ia lahir sudah miskin. Hal ini karena tidak berdayaannya karena tidak adanya sumberdaya yang memadai baik itu dalam sumberdaya alam, sumberdaya manusia maupun sumber daya pembangunan, adapun mereka hanya ikut membangun maupun bekerja itu pun hanya mendapatkan sedikit upah saja yang tidak bisa mencukupi kebutuhan hidupnya sehari-hari.

Kelangkaan sumber daya alam merupakan kategori dari kemiskinan yaitu dimana faktor ini merupakan murni terjadi sendiri tidak ada faktor lain yang ikut serta mempengaruhinya sehingga ini menjadi salah satu fsktor penyebab dari kemiskinan natural.

Permasalah kemiskinan yang terjadi disebagian masyarakat di Indonesia bukan karena masalah kekurangan sumber daya alamnya melainka karena beberapa faktor internal dan eksternal dalam dirinya seperti malas bekerja, tidak mau susah payah, terlalu termanjakan oleh keadaan alam yang melimpah sehingga tidak bisa menjaga dan memanfaatkannya dengan baik, kemudian kebijakan-kebijakan yang ada yang tidak mendukung para masyarakat miskin semakin memberatkan kehidupannya.

 

  1. Faktor ekstern kemiskinan karena hendonisme yaitu :
  • Perubahan zaman dengan segala kemajuan mordernisasi
  • Perkembangan industrialisasi maka berkembang pula gaya hidup masyarakat yaitu berubah menjadi serba instan hal ini akan menimbulkan sifat konsumtif dan malah karena segala sesuatunya dapat dengan mudah ada, maka masyarakat akan terlena dan menjadi ketergantungan terhadap suatu produk.
  • Perkembangan IPTEK akan sangat mempengaruhi cara berfikir seseorang dengan segala sesuatunya lebih sering memanfaatkan teknologi yang ada dan selalu memperbaharui gadget yang terbaru yang menyebebkannya menjadi menghamburkan uang hanya untuk kesenangan semata.
  • Lingkungan tempat tinggalnya yang sering berfoya-foya dan menggemari dunia malam maka secara tidak sadar seseorang tersebut akan ikut serta didalamnya

 

Faktor intern kemiskinan karena hendonisme yaitu :

  • Kurangnya pendidikan dan pengetahuan tentang agama yang menjadikannya hanya mementingkan kesenangan duniawi saja.
  • Ketidakterbukaan nya terhadap orang tua mengenai apa yang sedang dirasakannya sekarang.

 

  1. Definisi kriminalitas dari beberapa pakar :
  • Arti kejahatan dilihat dengan kaca mata hokum, mungkin adalah yang paling mudah dirumuskan secara tegas dan konvensional. Menurut hokum kejahatan adalah perbuatan manusia yang melanggar atau bertentangan dengan apa yang ditentukan dalam kaidah hokum; tegasnya perbuatan yang melanggar larangan yang ditetapkan dalam kaidah hokum,dan tidak memenuhi atau melawan perintah-perintah yang telah ditetapakan dalam kaidah hokum yang berlaku dalam masyarakat bersangkutan bertempat tinggal.(Soedjono. D,S.H.,ilmu Jiwa Kejahatan,Amalan, Ilmu Jiwa Dalam Studi Kejahatan,Karya Nusantara,Bandung,1977,hal 15).
  • Secara yuridis formal kejahatan atau kriminalitas adalah bentuk tingkah laku yang bertentangan dengan moral kemanusiaan (immoril) merugukan masyarakat sifatnya sosial dan melanggar hukum serta undang-undang pidana (kartini kartono,1981)

 

  1. Penjualan manusia atau trafficking adalah kriminalitas dimana praktek kejahatan tersebut dilakukan oleh beberapa pihak baik dari para pengelola yang secara ilegal tersebut maupun pihak–pihak yang berkedok pencarian tenaga kerja wanita yang pada sebenarnya mereka akan dijual atau dijadikan sebagai wanita tuna susila di bar-bar atau karaoke-karaoke di tempat-tempat diberbagai belahan daerah di Indonesia khususnya, atau sebagai PRT baik di Indonesia maupun di luar negeri. Kasus yang pernah dibahas dalam diskusi dikelas yaitu salah satunya masalah penjualan wanita sebagai pekerja seks komersil di beberapa daerah di Indonesia khususnya di kota-kota besar di Indonesia seperti jakarta, dan Bandung seperti di saritem dll. Kemudian mengenai Pembantu Rumah Tangga yang disiksa dan tidak menerima gaji.

 

  1. Akar permasalahan dari tindakan kriminal para gengster atau berandalan motor itu yaitu ketidakadanya fasilitas yang menunjang dalam kreatifitas para remaja yang menyukai balapan sepeda motor yang legal dan balapan motor yang secara legal tersebut jarang dilakukan sehingga mereka melampiaskan kegemarannya itu dengan mengadakan balapan liar dijalan-jalan umum dan secara berkelanjutan karena ketidakperdulian pihak-pihak terkait keadaan ini semakin parah berlanjut pada tingkat pengrekutan dengan cara-cara yang tidak lazim yang mengharuskan para anggota berani berbuat keonaran dan tindakan kriminal dijalan-jalan seperti perampokan, penjambretan, bahkan pembunuhan. Solusi menurut saya yaitu pihak berwajib diharuskan lebih giat lagi berpatroli ditempat-tempat yang menjadi tempat berkumpulnya geng-geng motor untuk merazia mereka yang kedapatan membawa senjata tajam, kemudia pemberiian penyulusan kepada para orang tua agar senantiasa menjaga dan mendidik anak-anaknya lebih intensif lagi dengan diberi kesibukan dengan hal-hal yang positif, pemberian kasih sayang dan perhatian dari orang tua merupakan hal yang paling utama menghindarkan anak dari kegiatan yang negativ, pemberian fasilitas untuk penyaluran kreatifitas anak-anak muda dalam balap motor oleh pemerintah daerah dan pusat agar kreatifitasnya tersalurkan dengan benar.

 

  1. Faktor yang mempengaruhi para pelajar dan mahasiswa melakukan tawuran yaitu kurangnya perhatian dari orang tuanya, ketidakterbukaan orang tua menerima keluh kesah yang anak alami sehingga mencari rasa aman kepada teman sebaya yang menumbuhkan rasa solidaritas yang sangat tinggi namun kedalam hal yang bersifat negativ, ketidaktegasan pihak pengurus sekolah, berasal dari keluarga berantakan, buruknya sistem dalam kebijakan pendidikan yang berlaku, tidak adanya fasilitas yang menunjang kreatifitas pelajar dilingkungannya, salah bergaul dengan lingkungan dan teman yang memiliki otak kriminal, ingin adanya pengakuan dari orang lain tentang jati dirinya yang dianggap hebat atu ingin eksistensinya diakui masyarakat atau golongan lain. Solusi agar para pelajar tersebut tidak tawuran yaitu dengan cara pemberian kegiatan-kegiatan yang positif baik oleh keluarga maupun oleh pihak sekolah seperti kegiatan osis ataupun les les yang menyalurkan kegemarannya seperti sepak bola, piano dll, kemudian pemberian perhatian yang cukup bagi orang tua terhadap anak-anaknya dan mengarahkannya ke hal hal yang sewajarnya dalam tmbuh kembangnya, keluarga dan sekolah jangan terlalu menekan siswa dengan segala pencapaian yang harus dipenuhi para pelajar, pengembangan pendidikan karakter.

 

  1. Aliran agama yang melenceng akan merubah kaidah-kaidah yang ada dalam agama tersebut, pemanfaatan ketidaktahuan seseorang mengenai agama tersebut akan semakin mempermudah oknum-oknum yang berkepentingan didalamnya melalui pencucian otak dengan doktrin-doktrin yang menyesatkan dari ajaran agama, seperti mengharuskannya membayar sejumblah biaya sebagai pengganti atau peleburan dosa-dosanya yang terbilang sangat tidak etis, kemudian secara terus menerus pungutan-pungutan yang lainpun dilakukan oleh oknum tertentu sehingga para korban harus rela memberikan uang bahkan tabungannya kepada pihak tersebut sebagai pemimpin maupun pengurus adakalanya para korban diberatkan dan harus mencuru bahkan menjual barang-barang berharganya demi memenuhi kewajibannya membayar sejumlah uang. Kemudia ajaran agama yang tidak sesuai dengan Al-Quran dan Hadist ini akan semakin menyesatkan para korban dengan pemberian ajaran-ajaran yang baru yang tentunya menyesatkan akidah para korban.

 

 

 

 

DAFTAR PUSTAKA

 

http://kumpulantugasekonomi.blogspot.com/2010/02/makalah-penanggulangan-kemiskinan.html

http://pendidikantech.blogspot.com/2010/05/pengertian-kriminalitas.html

http://id.wikipedia.org/wiki/Kemiskinan

Kartini Kartono, 1981. Patologi Sosial, Kharisma Putra Utama offset :Jakarta

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s