Kajian Kemiskinan dan Kriminalitas


UJIAN TENGAH SEMESTER

MATA KULIAH : KAJIAN KEMISKINAN DAN KRIMINALITAS

TAKE HOME EXAM

Dikumpulkan Hari Senin tanggal 7 Nov 2011, pukul 09.00 Setelah jam 9, tidak akan diterima. Di tik secara rapi di kertas A4, font 12

 

Nama               : Elita Suratmi

NIM                : 0903921

Jurusan            : PIPS

 

===============================================================

  1. Jelaskan definisi tentang kemiskinan dari beberapa pakar. Analisis oleh anda definisi seperti apa yang sesuai dengan gambaran tentang kemiskinan di Indonesia, sertakan dengan bukti-bukti yang terlihat dalam kehidupan masyarakat.

 

Jawaban :

Beberapa definisi tentang kemiskinan dari beberapa pakar:

  1. Suparlan (2000) mendefinisikan bahwa kemiskinan adalah keadaan serba kekurangan harta dan benda berharga yang diderita oleh seseorang atau sekelompok orang yang hidup dalam lingkungan serba miskin atau kekurangan modal, baik dalam pengertian uang, pengetahuan, kekuatan sosial, politik, hukum, maupun akses terhadap fasilitas pelayanan umum, kesempatan berusaha dan bekerja.
  2. Purwanto (2001) kemiskinan adalah suatu situasi dan kondisi yang dialami oleh seorang atau kelompok orang yang tidak mampu menyelenggarakan hidupnya sampai suatu tarap yang dianggap manusiawi.
  3. Chambers (1983) kemiskinan berkaitan dengan masalah deprivasi sosial, akses kesumberdaya seperti air, tempat tinggal, layanan kesehatan dan sanitasi, pendidikan dan transportasi. Akar masalah kemiskinan adalah ketergantungan, isolasi, ketidakberdayaan dan rendahnya harapan hidup.
  4. Kemiskinan mempunyai banyak sisi: ekonomi, sosial dan politik (Harris-white, 2005). Secara ekonomi penduduk miskin tidak memiliki apa-apa (having nothing), secara sosial mereka tidak menjadi siapa-siapa (being nothing), dan secara politik mereka tidak memperoleh hak kecuali korban pembangunan (having no right and being wrong). Karena multidimensi, kemiskinan itu ibarat istilah kecantikan yang didefinisikan berbeda oleh orang yang melihatnya.
  5. Kemiskinan itu tidak terlepas dari aspek politik sehingga tidak ada definisi kemiskinan yang paling benar : there is no one correct, scientific, agread definition because poverty is invitablya political conseptandthis inherently a constented one (Alcoct, 1997)

 

Berdasarkan analisis yang saya pahami kemiskinan yang ada di Indonesia sangat sesuai dengan definisi dari “Chambers (1983) kemiskinan berkaitan dengan masalah deprivasi sosial, akses kesumberdaya seperti air, tempat tinggal, layanan kesehatan dan sanitasi, pendidikan dan transportasi. Akar masalah kemiskinan adalah ketergantungan, isolasi, ketidakberdayaan dan rendahnya harapan hidup”. Dimana masyarakat indonesia merasakan hal yang disebutkan diatas berdasarkan definisi yang telah dijelaskan salah satu buktinya yaitu kebanyakan masyarakat indonesia miskin karena faktor terisolasinya daerah mereka yang menyebabkan kesulitan dalam mencapai jangkauan tempat daerah tersebut hal ini dikarenakan bentuk geografisnya yang berbukit dan sulit dijangkau dengan menggunakan jalur darat seperti di daerah papua. Kemudian seperti masalah ketergantungan, dimana masyarakat indonesia pada saat sekarang ini miskin karena mereka cenderung bergantung dari bantuan pemerintah atau pihak swasta saja contohnya bantuan BLT, modal usaha dan lain-lainnya padahal mereka sendiri dengan berusaha sendiri pun sebenarnya bisa tapi karena ketergantuan menunggu pemberian orang maka mereka cenderung malas dan akhirnya hanya menunggu bantuan bukannya berusaha. Penggunaan lahan kosong untuk mendirikan rumah-rumah bedeng yang terbuat dari seng seng bekas dan dekat sungai, dikolong jembatan, dipinggir rel kereta api dan lain-lain. Kemudian dibeberapa daerah seperti NTT, Jateng, Jatim dan daerah lain sering kekurangan air dan bahan pokok.

 

 

  1. Jelaskan tentang kemiskinan struktural dan kemiskinan kultural. Paparkan faktor-faktor penyebabnya dan solusi yang dapat di terapkan menurut pendapat anda.

 

Jawaban :

  1. Kemiskinan kultural yaitu yaitu mengacu pada sikap hidup seseorang atau kelompok masyarakat yang disebabkan oleh gaya hidup, kebiasaan hidup dan budaya dimana mereka merasa hidup berkecukupan dan tidak merasa kekurangan. Kelompok masyarakat seperti ini tidak mudah untuk diajak berpartisipasi dalam pembangunan, tidak mau berusaha untuk memperbaiki dan mengubah tingkat kehidupannya. Akibatnya tingkat pendapatan mereka rendah menurut ukuran yang dipakai secara umum. Hal ini sejalan dengan apa yang dikatakan baswir bahwa ia miskin karena faktor budaya seperti malas, tidak disiplin, boros, dll. Solusi yang dapat dilakukan untuk mengatasi kemiskinan kultural yaitu mulai membenahi kepribadian untuk lebih disiplin, hemat, rajin, dan hidup sesuai dengan jalur yang positif sehingga faktor-faktor kebiasaan-kebiasaan hidup yang kurang baik dapat di hilangkan dan masyarakat lebih sejahtera. Kemudian masyarakat diberikan sebuah penyuluhan agar selalu hidup bersahaja dan menyikapi budaya ketidakpuasan dengan selalu merasa cukup, kemudian masyarakat juga diajak untuk berpartisipasi dalam acara-acara berbagai hal yang bermanfaat sehingga tidak terjadi disintegrasi sosial.
  2. Kemiskinan struktural adalah kemiskinan atau keadan miskin karena awalnya memang miskin. Kelompok masyarakat tersebut miskin karena tidak memiliki sumberdaya manusia maupun sumberdaya pembangunan atau kalaupun mereka ikut serta dalam pembangunan, mereka hanya mendapat imbalan pendapatan yang rendah. Maka faktor bawaan termasuk didalamnya sebagai faktor utama penyebab kemiskinan struktural. Namun kemiskinan struktural ini dapat dipulihkan dengan beberapa upaya diiantaranya yaitu mengajak masyarakat untuk memulai perbaikan hidup dengan diberikan suatu pelatihan dan kemudian bantuan modal usaha dan untuk selanjutnya mengupayakan dalam distribusinya namun hal ini jangan ditangani penuh oleh pengelola tetapi dengan mengajak sebagian masyarakat terjun langsung menanganinya, dengan hal ini diharapkan masyarakat dapat memperbaiki kehidupannya dengan adanya bekal usaha yang dapat ia manfaatkan. Pemberian motivasi dalam hal ini pun sangat penting adanya .

 

  1. Paparkan secara jelas dan efisien tentang thema dibawah ini, minimal 2 halaman. ( satu orang satu thema sesuai dengan nama yang sudah ditetapkan)

a. Budaya kemiskinan (Ajeng, Evita, Widiya, Elita)

b. tipe-tipe kemiskinan (Tia, Mia, Shifa, Tiani)

c. derajat kemiskinan (Fitri, Ilham, Andri, savitri)

d. indikator dan instrumen kemiskinan (Regina, Agung, Nita, Chyntia)

e. kemiskinan di perkotaan (Astri sulis, astri nur, millati, Ray Widy)

f. kemiskinan di pedesaan (Gina, Dewi, Mira, Dena)

g. langkah strategis melawan kemiskinan (Yuda, Kundari, Nita)

h. sebab-akibat kemiskinan (Riefki, Saepul, Novi)

i. mentalitas miskin (Yanra, Abdul azis, Dadan)

j. persepsi dan bentuk kemiskinan (Agi, Azhar, Fanni)

k. apa yang dimaksud dengan pemiskinan? Paparkan beserta objek serta unsur-unsurnya (Indra, Winda, Irda)

l. pemberdayaan masyarakat untuk mengentaskan kemiskinan (Astriani, Dilla, Hamka)

 

Jawaban:

            Budaya kemiskinan merupakan pola pikir, model tingkah laku yang tidak kondusif untuk meraih tingkat ekonomi tertentu. Fenomena budaya kemiskinan ini sudah sering kita jumpai dalam kehidupan bermasyarakat di Indonesia baik yang disadari maupun yang tanpa sadar menjadi bagian dalam kehidupan bermasyarakat. Budaya kemiskinan ini kemudian menjadi salah satu aspek mengapa sebagian besar masayarakat Indonesia masih berada di bawah garis kemiskinan dan kemajuan Indonesia menjadi terhambat.

            Budaya kemiskinan sudah semakin meresahkan, hal ini karena masyarakat sudah tidak memiliki keperdulian lagi akan usaha, mereka cenderung lebih menerima apa adanya suatu keadaan tidak ada lagi usaha untuk menuju kesejahteraan. Sehingga kemiskinan sudah menjadi hal yang biasa dalam masyarakat indonesia dan kemudian kebiasaan yang secara terus menerus berkelanjutan maka akan menjadikannya sebuah trend atau budaya yang sudah tidak lagi mengherankan. Maka dikemudian hari kemiskinan merupakan sebuah realita sebagian besar masyarakat indonesia yang tidak mau berusaha merubah kehidupannya.

            Budaya kemiskinan terbentuk pasti disebabkan oleh ‘sesuatu’, baik sesuatu itu disadari ataupun tidak disadari kerena merupakan tradisi turun temurun yang telah menjadi kebiasaan dan bagian dalam hidupnya. Sesuatu tersebut misalnya adalah basic need. Basic need tersebut bisa dikatakan belum terpenuhi dengan sempurna sehingga membentuk perilaku yang bisa dikatakan maladaptive karena menghambat kemajuan individu.

            Basic need adalah teori kebutuhan yang dikemukakan oleh Abraham Maslow yaitu kebutuhan yang harus terpenuhi karena kekurangan. Basic need terdiri dari: kebutuhan fisiologis (kebutuhan homeostatis), kebutuhan rasa aman (kebutuhan keamanan, keteraturan), kebutuhan cinta dan memiliki (kebutuhan kasih sayang keluarga) serta kebutuhan penghargaan diri (kebutuhan orestise dari orang lain). Budaya kemiskinan yang ada di Indonesia akan dijelaskan berdasarkan 4 kebutuhan dari basic need tersebut (Alwisol,2004).

            kemiskinan yang terjadi di Indonesia adalah akibat dari pola pikir serta perilaku masyarakat itu sendiri dalam menyikapi kebutuhan-kebutuhan yang ada dalam dirinya. Perilaku yang tidak kondusif dan terjadi secara terus menerus sehingga tidak disadari hal itu menjadikannya sebuah budaya kemiskinan. Apabila hal ini terus berlanjut, maka kemiskinan masyarakat Indonesia akan terus berlanjut bahkan ada kemungkinan akan lebih parah. Perlu diadakan pembenahan mindset masyarakat untuk lebih berpikiran maju dalam mengentaskan kemiskinan mereka sendiri.

            Kemiskinan yang terjadi ini harus segera dicari pemecahan masalahnya. Beberapa pemecahan masalah yang dapat dilakukan terkait budaya kemiskinan ditinjau dari basic need adalah sebagi berikut:

1)      Berusaha untuk bekerja keras dalam memenuhi kebutuhan, terutama kebutuhan fisiologis, tidak hanya mengandalkan belas kasihan dari orang lain

2)      Berani berspekulasi, tidak hanya berpaku pada rasa aman

3)      Meningkatkan SDM

4)      Berani untuk keluar dari kungkungan keluarga, karena cinta tidak harus terus selalu hidup bersama namun saling mendukung untuk kemajuan setiap keluarga. Cinta adalah mau untuk melepaskan orang yang dicintai untuk berkembang.

5)      Hindari untuk keinginan akan prestise diri dari orang lain secara berlebihan karena hal itu akan menyebabkan kita berpaku untuk melihat orang lain pada diri sehingga diri tidak berkembang. Akibatnya, kemiskinan tidak akan berubah.

6)      Menghindari untuk berperilaku konsumtif, mulai berani utnuk berinvestasi

Usaha yang terus menerus untuk memperbaiki kemiskinan masyarakat Indonesia suatu saat akan memperoleh hasil. Tidak semua kemiskinan bisa diatasi namun paling tidak mengurangi angka kemiskinan Indonesia.

 

  1. paparkan tugas kelompok anda tentang pohon masalah. Jelaskan akar masalahnya, penyebab, solusi dan rekomendasi yang anda serta kelompok buat.

 

Jawaban :

Pada tugas kelompok saya mengambil tema kriminal dengan mengambil judul Tawuran antar Pelajar. Pengertia tawuran sendiri adalah adalah suatu tindakan anarkis yang dilakukan oleh dua kelompok dalam bentuk perkelahian masal di tempat umum sehingga menimbulkan keributan dan rasa ketakutan (teror) pada warga yang ada di sekitar tempat kejadian perkara tawuran. Tawuran bisa terjadi antar pelajar sekolah, antar mahasiswa kampus, antar warga, antar pendukung / suporter, antar pemeluk agama, antar suku, dan bisa juga antara warga dengan pelajar, antara pendukung parpol dengan polisi dan lain sebagainya. Tawuran yang paling sering terjadi dalam kehidupan kita sehari-hari adalah tawuran pelajar sekolah. Tawuran pelajar yang sudah menjadi budaya akan sulit diberantas karena siswa siswi yang bandel akan menjadi provokator tawuran dan memaksa teman-temannya serta adik kelas untuk ikut ambil bagian dalam tawuran antar pelajar. Bagi yang tidak ikut tawuran biasanya akan dimusuhi, dikerjai, dimaki-maki, diejek, difitnah, bahkan bisa diperlakukan kasar dari para pelajar nakal. Berikut adalah sebab-sebab atau akar tawuran antar pelajar, penyebab, solusi dan rekomendasi dari kelompok saya.

Sebab – sebab tawuran antar pelajar :

  1. Budaya / kebiasaan murid sekolah dari dulu
  2. Saling pelotot-pelototan antar pelajar sekolah
  3. Saling ejek-ejekan antar sekolah
  4. Ingin balas dendam karena ada yang diganggu
  5. Keributan imbas dari suatu pertandingan

 

Solusi untuk memberantas tawuran antar pelajar :

  1. Membuat peraturan yangtegas oleh pihak sekolah
  2. Memberikan pendidikan anti tawuran
  3. Memisahkan pelajar berotak kriminal dari pelajar yang lain
  4. Kolaborasi belajar bersama antar sekolah
  5. Membuat program ekstrakulikuler tawuran
  6. Siswa diarahkan ke hal hal posotif dengan diberikan tanggungjawab
  7. Orang tua memberikan perhatian yang semestinya kepada anak
  8. Instituti dan orang tua jangan terlalu menekan siswa dengan berbagai peraturan yang berlebihan
  9. Lingkungan masyarakat perlu dibangun sarana organisasi yang menampung aspirasi & semangat muda

 

Akibat tawuran antar pelajar:                                                       

  1. Rusaknya fasilitas umum
  2. Terganggunya proses belajar disekolah
  3. Adanya korban tewas/luka-luka

d. Terganggu secara psikologis

  1. Berkurangnya penghargaan siswa terhadap toleransi

 

Faktor-faktor anak yang terlibat tawuran :

  1. Berasal dari keluarga kecil
  2. Berasal dari keluarga berantakan
  3. Buruknya sistem dalam kebijakan pendidikan yang berlaku
  4. Faktor keluarga
  5. Faktor lingkungan sekolah
  6. Faktor miliu

 

Hal yang diharapkan :

  1. Siswa lebih disiplin dan terkontrol
  2. Prestasi akademik meningkat
  3. Terjadinya toleransi antar pelajar sekolah
  4. Tercipta suatu keharmonisan antar pelajar sekolah
  5. Lebih kreatif dalam kewajibannya sebagai pelajar

 

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s