Koperasi dan Kewirausahaan


PERENCANAAN BISNIS

Diajukan untuk memenuhi salah satu tugas matakuliah Koperasi dan Kewirausahaan tingkat S1 prodi Pendidikan IPS

 

Disusun oleh :

Elita Suratmi (0903921)

Gina Dameria ()

Nita Awalita Sundari (0901344)

 

 
   

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

JURUSAN PENDIDIKAN ILMU PENGETAHUAN SOSIAL

FAKULTAS PENDIDIKAN ILMU PENGETAHUAN SOSIAL

UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA

2010

BAB I

PENDAHULUAN

 

  1. Latar Belakang

Sebuah Rencana Bisnis dapat dibuat sangat detail dan kompleks ataupun singkat sesuai dengan kebutuhannya. Semakin besar resiko dan rumitnya proses produksi dan proses transaksi bisnis, maka semakin kompleks pula rencananya.

Demikian pula bila Rencana Bisnis itu akan digunakan secara resmi untuk pihak-pihak terkait, misalnya untuk kepentingan para investor, bankers atau pemerintah.

Namun dalam bagian ini akan digambarkan proses sederhana pembuatan rencana sebuah rencana bisnis beserta aspek-aspek yang harus terkandung di dalamnya.

  1. Rumusan Masalah

–          Bagaimana membuat rencana bisnis dengan menuangkan ide bisnis dalam bentuk dokumen sederhana yang tertulis?

  1. Tujuan penulisan

–          Agar kita tertarik dan memulai menjadi wirausaha dengan membuat rencana bisnis.

 

 

 

 

 

 

 

BAB II

PEMBAHASAN

 

  1. a.      Pengertian Rencana Bisnis

Rencana bisnis (business Plan) pada umumnya terdiri dari tujuan bisnis, strategi yang digunakan untuk mencapainya, masalah potensial (potential problem) yang kira-kira akan dihadapi dan cara mengatasinya, struktur oraganisasi (termasuk jabatan dan tanggung jawab), dan modal yang diperlukan untuk membiayai perusahaan serta bagaimana mempertahankannya agar berhasil berproduksi di atas titik impas (break event point).

Menarik tidaknya sebuah Rencana Bisnis sangat tergantung kepada bagaimana cara kita menulis dan menyusunnya. Seringkali kita memiliki ide bisnis yang brilian, namun kesulitan dalam mengungkapkannya. Rencana Bisnis akan baik apabila mengikuti pedoman yang berlaku dalam dunia bisnis, baik dari segi susunan maupun isi.

Ada tiga bagian utama dari sebuah Rencana Bisnis, yaitu :

  1. Konsep Bisnis, menjelaskan secara rinci mengenai industry yang digeluti, struktur bisnis, produk dan jasa yang ditawarkan dan bagaimana cara mensukseskan bisnis.
  2. Pasar (market), membahas dan menganalisa konsumen potensial yaitu siapa dan dimana mereka berada, dan apa yang menyebabkan mereka mau membeli, serta menjelaskan persaingan yang akan dihadapi dan bagaimana kita memposisikan diri untuk memenangkannya.
  3. Rencana Keuangan, menjelaskan estimasi pendapatan dan analisa break even.

Ketiga bagian utama tersebut dapat dibagi lebih rinci menjadi 7 komponen kunci, yaitu :

  1. Ringkasan
  2. Deskripsi Bisnis
  3. Strategi Pasar
  4. Analisis Kompetisi
  5. Rencana Desain dan Pengembangan
  6. Rencana Operasi dan Manajemen
  7. Analisis Rencana Keuangan

Panjang pendeknya sebuah Rencana Bisnis sangatlah tergantung fungsi Rencana Bisnis itu sendiri. Biasanya Rencana Bisnis tebalnya antara 15-20 halaman. Namun jika kita mengajukan sebuah bisnis baru atau bahkan industry baru yang beresiko tinggi, maka kita akan memerlukan penjelasan lebih rinci untuk menyampaikannya, bahkan mungkin sampai 100 halaman lebih. Demikian pula jika kita membutuhkan investasi baru sebesar jutaan dolar, maka kita perlu menyampaikan penjelasan yang detail untuk meyakinkan. Namun jika kita hanya ingin menggunakan Rencana Bisnis tersebut untuk tujuan internal seperti untuk mengatur bisnis kita, maka sebuah versi singkat sudah cukup memadai.

Kekuatan yang mendorong kesuksesan suatu bisnis terdiri dari tiga komponen, yaitu peluang, tim, dan sumber daya. Ide yang baik tidak selalu merupakan peluang yang baik pula. Peluang yang berpotensial tinggi terkadang memiliki kekuatan yang jauh lebih besar daripada ketersediaan sumber daya atau tim pendukung yang ada pada saat itu.

Dalam dunia bisnis, ketidakpastian dan resiko merupakan teman sejati para entrepreneur. Peran entrepreneur dan timnya adalah menjaga keseimbangan antara ketiga kekuatan tersebut dalam lingkungan bisnis yang selalu berubah. oleh karena itu, tim yang dibangun oleh entrepreneur merupakan kunci penting bagi keberhasilan. Sebagaimana dikatakan oleh Arthur Rock dari Harvard “ If you can find good people, they can always change the product “. Keseimbangan ini akan membantu entrepreneur mencapai keberlanjutan bisnis tanpa harus merusak lingkungan, komunitas, atau masyarakat.

Berdasarkan proses kewirausahaan   di atas, maka akan disimpulkan bahwa Rencana Bisnis merupakan komunikator kualitas dan status keseimbangan antara ketiga kekuatan tersebut apada saat tertentu. Perlu pula disampaikan disini bahwa sebuah Rencana Bisnis yang baik cepat menjadi using begitu ia selesai dicetak.

  1. b.      Cakupan Rencana Bisnis

Terdapat berbagai macam format penulisan Rencana Bisnis, meskipun informasi di dalamnya mencakup hal-hal serupa. Komponen-komponen yang sebaiknya ada adalah :

  1. Ringkasan Eksekutif, memuat intisari dari Rencana Bisnis yang disampaikan secara ringkas, jelas dan memberikan gambaran peluang bisnis. Informasi yang harus ada meliputi :

–          Konsep bisnis yang akan dibangun;

–          Misi perusahaan;

–          Produk/jasa;

–          Persaingan;

–          Target dan ukuran pasar;

–          Strategi pemasaran;

–          Tim manajemen;

Penting diketahui ringkasan eksekutif sering dijadikan alat bagi para pembaca, terutama investor untuk mengambil keputusan dan menilai apakah Rencana Bisnis kita layak atau tidak.

  1. Konsep Bisnis (Industri, struktur bisnis, cara berbisnis)
  2. Gambaran pasar, menampilkan informasi umum tentang kondisi pasar dari produk ataupun industry, kecenderungan dan perkembangan terakhir.
  3. Target pasar
  4. Persaingan dan kondisi persaingan
  5. Organisasi dan manajemen
  6. Rencana keuangan
  7. Lampiran

Data-data yang sebaiknya cukup ditampilkan di lampiran adalah :

–          Kontrak

Pada bagian ini kontrak kerjasama yang sudah dibuat. Contohnya dengan pemasok, agen dan sebagainya sebaiknya ditampilkan. Hal ini akan lebih meyakinkan pembaca Rencana Bisnis.

–          Rekomendasi

Bagian ini jika ada akan sangat membantu untuk lebih meyakinkan pihak yang membaca Rencana Bisnis kita bahwa kita maupun tim yang kita buat mempunyai kompetensi yang dibutuhkan untuk menjalankan bisnis yang direncanakan.

–          Foto-foto

Foto denah lokasi, persiapan-persiapan, desain, logo, produk, personal tim dan foto-foto lain yang akan membantu meyakinkan pihak yang membaca Rencana Bisnis kita.

–          Rincian keuangan

Semua perhitungan keuangan cukup dimasukkan di lampiran

–          Resume

Di bagian ini untuk lebih memberikan keyakinan yang memadai, data pribadi dari semua anggota tim dilampirkan.

  1. c.       Perbedaan Rencana Bisnis dan Perencanaan Bisnis

Dimensi

Rencana Bisnis (business Plan)

Perencanaan Bisnis (Business Planning)

Waktu

Pembentukkan organisasi baru (organisasi, produk, ataupun jasa)

Pengembangan organisasi, produk, ataupun jasa yang dimiliki.

Kompleksitas

Sederhana

Sangat kompleks dan holistik

Struktur

Focus pada 3 hal utama yaitu ide bisnis, pemasaran dan keuangan (sumber modal)

Menyeluruh, mencakup pengembangan semua struktur dan fungsi organisasi

Jangka Waktu

Perencanaan jangka pendek (3-7 tahun)

Perencanaan strategi jangka panjang (lebih dari 10 tahun)

 

  1. d.      Tips menyusun Rencana Bisnis dan Penulisannya

Sebuah Rencana Bisnis harus disusun semenarik mungkin. Beberapa tips untuk menyusun Rencana Bisnis adalah sebagai berikut :

  1. Singkat dan padat. Buatlah rencana bisnis dengan singkat dan padat sehingga dalam waktu yang singkat orang akan mengerti, jelas dan tertarik untuk mendengarkan dan memahami lebih lanjut.
  2. Terorganisir rapi dengan penampilan menarik. Ini akan mempermudah kita untuk meyakinkan orang atau pihak lain untuk mau membaca Rencana Bisnis kita.
  3. Rencana yang menjanjikan. Rencana Bisnis yang dibuat harus bias memproyeksikan rencana apa yang akan dilakukan di masa akan dating.
  4. Hindari untuk melebih-lebihkan proyeksi. Meskipun Rencana Bisnis disusun berdasarkan asumsi-asumsi, harus diingat bahwa asumsi tersebut tidak boleh dibuat tanpa dasar yang jelas apalagi jika terlalu melebih-lebihkan.
  5. Kemukakan semua resiko bisnis yang signifikan. Inti dari bisnis adalah mengelola resiko. Untuk itu pembaca Rencana Bisnis Anda harus mengetahui resiko-resiko yang berhubungan dengan bisnis yang direncanakan, ini akan membantu pembaca untuk lebih realistis dalam menilai bisnis Anda.
  6. Tim yang terpercaya dan efektif. Ini merupakan salah satu faktor penting dalam membangun bisnis. Komitmen anda dan kompetensi tim yang mendukung usaha anda menjasi salah satu modal untuk meyakinkan pembaca.
  7. Focus. Focus pada suatu bisnis sebelum melangkah ke bisnis berikutnya. Focus seorang entrepreneur adalah kemampuan menangkap peluang yang ada. Ini berkaitan dengan komitmen kita untuk menjalankan bisnis yang direncanakan.
  8. Tentukan target pasar. Rencana Bisnis yang baik harus mencantumkan target pasar yang akan menjadi target mereka, perilaku konsumen dan kajian tentang pola pembelian.
  9. Realistis. Buatlah proyeksi keuangan yang realistis yang bukan hanya dibuat berdasarkan pikiran Anda semata, melainkan sudah Anda uji, bertanya ke sebanyak mungkin narasumber, dan periksa kebenarannya. Jangan membuat usaha yang hanya indah diatas kertas dan dalam lamunan Anda saja.
  10. Spesifik. Merumuskan sasaran-sasaran spesifik dalam periode waktu tertentu.

 

Hal-hal mendasar yang harus tercantum dalam sebuah Rencana Bisnis, yaitu:

  1. Rencana (bisnis) Anda diawali dengan ide (bisnis) yang ingin Anda jalankan.
  2. Alas an bahwa ide Rencana Bisnis Anda merupakan sebuah jawaban atas kebutuhan, permintaan pasar, atau dapat menciptakan pasar baru.
  3. Alasan bahwa Anda adalah orang yang paling tepat untuk menjalankan bisnis ini.
  4. Penjelasan mengenai cara mengembangkan bisnis Anda dan bagaimana akan menghasilkan uang atau memberi keuntungan.
  5. Sasaran pasar, siapa pembeli produk Anda, dan bagaimana Anda mendapatkan penjualan.
  6. Rincian mengenai dana yang dibutuhkan untuk memulai bisnis tersebut.

Berikut beberapa tambahan yang perlu diperhatikan dalam penulisan Rencana Bisnis, yaitu:

  1. Penampilan. Rencana Bisnis sebaiknya diketik/cetak, bias dijilid atau ring (spiral) binding, minimalkan kesalahan ketik.
  2. Panjang halaman, biasanya antara 10-20 halaman, hindarkan lebih dari 40 halaman, kecuali untuk proyek-proyek yang kompleks dan beresiko tinggi.
  3. Halaman muka (cover) dan judul. Pada halaman muka harus dicantumkan nama perusahaan, alamat, telepon, dan tanggal pembuatan Rencana Bisnis.
  4. Ringkasan. Pada bagian ringkasan ini berisi 1-2 halaman berisi status bisnis, produk/jasa, konsumen/pasar, proyeksi keuangan, target 3-7 tahun kedepan, jumlah modal yang dibutuhkan, dan keuntungan bagi calon investor.
  5. Daftar isi. Untuk mempermudah pembaca Rencana Bisnis dalam mencari informasi yang mereka perlukan, maka cantumkan seluruh bagian dalam daftar isi beserta nomor halamannya.

 

 

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s