Meningkatkan Keterampilan Berpikir Anda


 

Bab 7

Meningkatkan Keterampilan Berpikir Anda

Ada beberapa panduan yang, jika anda ikuti, akan membuat kemampuan berpikir anda lebih akurat dan sangat membantu bagi para pembicara. Hal tersebut akan menjadi focus utama di dalam pembahasan bab ini, yang juga akan secara singkat membahas hal-hal

lain yang dapat dilakukan oleh para pendengan di samping mendengar dan akan menguji kapan menyimak yang baik dan hati-hati itu tepat atau tidak.

 

 

Panduan-panduan yang dapat Membantu Keterampilan Menyimak

Saat anda datang ke sebuah seminar, ikutilah seluruh isi seminar yang disampaikan oleh pembicara dan pikirkan esensi dari isi seminar yang ia berikan atau rasakanlah, dan hal tersebutlah yang siap membantu anda untuk meningkatkan keterampilan berpikir anda. Panduan-panduan berikut dapat membantu anda untuk menjadi penengar yang lebih baik dari sebelumnya.

Jangan Bohongi Pemahaman

Akan banyak sekali memakan waktu ketika anda sebagai seorang pendengar tidak memahami apa yang dibicarakan oleh orang lain. Mungkin anda sedang melamun saat itu. Mungkin anda sedang memikirkan kalimata atau penjelasan yang sebelumnya dijelaskan. Mungkin pembicara tersebut tidak bisa menjelaskan dengan begitu jelas. Walaupun banyak yang berpura-pura bahwa mereka mendengarkan dengan sangat baik dan paham seluruh hal yang dikatakan, saya yakin bahwa membohongi apa yang terjadi itu sangat tidak baik. Keaslian menuntut anda untuk mengakui bahwa anda Tertinggal dan anda berusaha Kembali ke awal lagi. Anda bisa menggunakan ungkapan-ungkapan berikut: “Sepertinya saya Tertinggal. Bisakah anda mengulangi bagian yang tadi sekali lagi?”, “Saya mengikuti anda sampai ke penjelasan saat suami anda sakit. Saya ingin tahu sekali lagi apa yang terjadi selanjutnya.”

Jangan Katakan kepada Pembicara bahwa Anda Tahu Apa yang Ia Rasakan

Ketika orang memulai untuk mendengarkan dengan baik, banyak yang berkata seperti ini, “Saya tahu apa yang anda rasakan.” Ada beberapa alas an Mengapa itu adalah salah untuk diungkapkan. Pertama, sangat tidak jujur. Pembacaan kita terhadap pikiran orang lain mungkin sebuah tebakan yang baik. Tidak ada seorang pun yang secara penuh mengetahui apa yang dirasakan oleh orang lain. Selain itu, hal tersebut dapat menghalangi informasi yang mungkin dapat memberikan penjelasan yang lebih mendalam bagi si pendengar. Pada akhirnya, si pembicara akan ragu kepada apa yang anda pahami. Hal tersebut jarang sekali membantu untuk mengatakan kepada orang lain bahwa anda paham – apa yang dibutuhkan adalah sebuah demonstrasi bahwa anda mempunyai paling tidak sedikit pemahaman tentang apa yang ia rasakan. Tujuannya adalah untuk memikirkan pengalaman pembicara dengan cukup akurat dan merefleksikan kembali dalam cara komunikasi nonverbal, “Aku bersamamu.” Lalu, tanpa anda mengatakan “Aku tahu apa yang kau rasakan”, orang lain akan berpikir, “Ia begitu mengerti akan diriku.”

Beragam Jawaban Anda

Tidak ada seorang pun yang “benar” jawabannya terhadap pernyataan yang diberikan. Kita telah mencatat bahwa seseorang dapat menjawab di dalam hati, dengan “keberanian yang sedikit”, dengan sebuah paraphrase, sebuah pemikiran makna, atau sebuah pemikiran yang singkat. Kita telah melihat bagaimana pemilihan formula untuk memikirkan makna dapat diubah sedikit untuk membuat jawaban terdengar lebih natural. Dengan latihan, formula tersebut tidak akan jelas atau hilang secara bersamaan.

Mari kita lihat kepada sebuah pernyataan dan beberapa kemungkinan jawaban yang tepat. Seorang wanita yang berusia di akhir 20 tahun mengeluh kepada temannya, “Ibu saya selalu mengganggu hubungan saya. Saya harap ia bisa sibuk dengan urusannya sendiri.” Kemungkinan jawaban-jawabannya adalah sebagai berikut:

  1. “Wah, ibu kamu mengganggu sekali dengan ikut campur urusanmu.”
  2. Pasti kamu merasa terganggu dengan ibumu yang ikut campur urusan kehidupanmu.”
  3. “Wah mengganggu sekali.”
  4. “Ketika ibumu mengganggu kehidupan pribadimu, kamu merasa kebebasan dan hal pribadimu terancam.”
  5. “Kamu berharap ibu kamu memperlakukanmu seperti layaknya orang dewasa.”
  6. “Pasti kamu tidak senang merasa dicampuri urusannya.”

Fokus Kepada Perasaan

Charles Arribine mengunjungi sekolah putrinya di Minggu Pertemuan Orang Tua. Ketika ia sedang menghadiri acara makan malamnya, percakapan ini terjadi:

Kristy: Aku tidak mau berlama-lama disini. Sangat berat bagi ku. Aku takut aku gagal.   Aku malu dengan teman-teman ku kalau gagal.

Charles : Tugasnya sangatlah sulit.

Kristy : (Ia pun menangis) Aku takut aku gagal.

Charles benar-benar mengabaikan perasaan putrinya. Ia mulai mengatakan kepada putrinya bahwa saat-saat lulus itu adalah saat yang paling menegangkan, karena ia pintar, dan dan karena ia akan mampu memecahkan masalah itu dan tidak mengulanginya di semester yang akan datang. Interaksinya berakhir dengan Kristy pergi ke ruangan wanita dan menangis kencang untuk menenangkan hatinya.

Setelah ia mengatakan itu kepada saya, Charles bilang, “Saya baru sadar setelah Kristy menangis tentang kata-kata anda tentang ‘keutamaan perasaan dalam sebuah percakapan.’ Kata-kata perasaan Kristy seperti tidak didengar. Banyak sekali interaksi seperti itu terjadi, namun pada akhirnya saya belajar untuk menyelam kepada bagian perasaan di dalam sebuah percakapan.”

Memilih Kata Perasaan yang Paling Tepat

Emosi adalah kunci penting bagi komunikas. Dalam mencerminkan emosi, tidak hanya penting untuk menemukan jenis-jenis emosi yang “tepat”, namun juga tingkat emosi yang tepat. Kata-kata perasan harus cocok dengan pengalaman orang lain.

Semakin akurat dan spesifik pendengarnya dalam mencerminkan perasaan orang lain, semakin membantu kegiatan mendengarnya. Namun sayangnya, banyak orang yang memiliki kosakata perasaan yang sangat terbatas. Dengan mengawali kata sifat kata perasaan dengan kata keterangan yang tepat, maka anda dapat berkomunikas dengan tingkat keakuratan yang bagus ataupun intensitas perasaan.

Kata keterangan “agak” dan “sangat” dapat digunakan untuk menspesifikasikan tingkat perasaa, mereka tidak tepat untuk menggantikan kosakata kata perasaan yang cukup. “Kau sakit hati” atau “Kamu depresi” sebagai contoh, cenderung lebih baik dibandingkan “Kau begitu sangat sedih.”

Satu cara untuk mengembangkan kosakata kata perasaan yang lebih akurat dan tepat adalah dengan membaca dan membaca kembali daftar kata-kata perasaan seperti yang disuguhkan di halaman 92.

Setelah melakukan hal tersebut, anda mungkin akan mengelompokkan “keluarga-keluarga” kata perasaan berdasarkan tingkat intensitasnya. Gambar 7.1 adalah ebuah bagan yang akan membantu anda untuk mengetahui tingkat intensitas kata-kata perasaan.

Ketika orang lain menghubungkan fakta tentang sebuah keputusan yang sulit, pendengar yang produktif sering mencerminkan perasaan ambivalen. Charlene Adams ditawari sebuah promosi sebuah pekerjaan yang menantang. Jika ia menerima pekerjaan barunya, perjalanan pekerjaannya akan memisahkannya dengan keluarganya untuk beberapa hari setiap bulannya. Seraya ia mengungkapkan dilemanya kepada guru spiritualnya, ia mencerminkan, “Kamu begitu sedih dengan keputusanmu.” Jawaban ini membuat Charlene terus menggali perasaan yang mengganjal.

Kembangkanlah Vokal Empati

Empati adalah mendengarkan dengan hati anda sebegaimana dengan kepala anda. Jika pemikiran tentang perasaan orang lain dibuat dingin, suara yang datar, orang tersebut akan jarang merasa dimengerti.

Sebaliknya, suara yan responsive dengan sendirinya akan menunjukkan sebuah tingkat pemahaman yang tinggi. Composer Grieg mengatur music dari puisi Ibsen “To a Waterfowl.’ Ketika didengar pertama kali oleh Ibsen, ia menarik tangan Grieg dan berbisik, “Mengerti! Mengerti!” Sebuah pengalaman yang sama terjadi ketika seorang pendengar yang sensitive menangkap perasaan pembicara dan mencerminkannya kembali melalui kualitas suara sebagaimana kata-kata.

Ada dua aspek besar kualitas suara yang perlu dicatat. Pertama adalah seberapa banyak kehangatan yang diungkapkan oleh suara anda. Jika serak, tajam, dan kencang sehingga tidak enak didengar, pastinya anda akan berkomunikasi yang membuat orang tidak mau menerima dan perhatian dengan apa yang anda ucapkan. Kita terkadang bertanya kepada orang-orang berpikir tentang seberapa banyak mereka perhatian terhadap orang lain yang sedang mereka dengar dan lalu memikirkannya karena terbatasi oleh beberapa masalah besar. Lalu pendengar membuat suara yang tak mengungkapkan kata-kata untuk berkomunikasi rasa empati mereka. Ketika terjadi seperti itu, mereka biasanya mencerminkannya menggunakan suara yang rendah dan vokal yang penuh dan dengan kecepatan yang rendah.

Suara pendengar dan sikapnya harus juga mencerminkan suara pembicara. Jika seseorang brbicara begitu senangnya tentang keberhasilannya di dalam hidup dan pendengar menjawabnya dengan suara yang monoton, suara refleksinya akan menghancurkan bahkan ketika kata-kata tersebut ada di dalam target.

Salah satu masalah saat mencoba untuk mempelajari keterampilan komunikasi di dalam buku adalah bahwa kualitas suaranya menghilang. Cobalah merekam beberapa percakapan dan bermain peranlah untuk melihat bagaimana suara empati ketika anda sedang mendengar orang lain.

Usahakan Relevansi dan Bentuk Konkritnya

Banyak waktu ketika kita memilih untuk mendengar, orang lain memiliki sebuah masalah. Tujuan mendengar dalam situasi seperti itu adalah untuk memfasilitasi usaha pendengar untuk sampai kepada solusi terbaiknya terhadap masalah tersebut. Jika masalahnya didiskusikan di dalam kebiasaan yang membayang-bayang, dan itu sangat sulit, jika mungkin, untuk memecahkannya. Solusi yang tidak pasti bagi masalah yang tidak pasti juga tidak membawa kepada aksi yang efektif.

Ada tiga cara yang dapat dilakukan pendengar untuk meningkatkan rasa konkritnya di dalam sebuah percakapan. Pertama, ia dapat menjadi konkrit di dalam jawabannya. Terkadang pendengar memberikan jawaban yang rancu terhadap pernyataan yang khusus. Pada nyatanya, kita harus mencoba paling tidak mencoba untuk mencocokkan tingkat konkrit pembicara di dalam jawaban kita.  Ketika pembicaranya rancu, pendengarnya dapat mencerminkannya dengan cara yang membuat percakapan lebih konkrit. Di dalam interaksi berikut, catatlah sepsifisitas jawaban pendengar:

Joan: Aku tidak bisa pergi ke pesta itu. bagaimana aku menghadapi teman-temanku? Masalah di dalam sebuah pernikahan itu adalah alasannya. Namun perpisahan – dan sekarang mungkin perceraian terlalu banyak.

Helen: Pergi ke pesta makan malam tidak akan menyakitkan karena apa yang akan teman kamu pikir tentangmu sekarang karena kamu berpisah.

Cara lain untuk menjaga sifat yang konkrit dalam sebuah percakapan adalah dengan menanyakan beberapa penemuan fakta atau pertanyaan untuk menemukan perasaan. “Dapatkah anda memberikan saya sebuah contoh?” (penemuan fakta). “Apa yang anda rasakan ketika ia berkata seperti itu?” (penemuan perasaan).

Cara ketiga untuk membantu agar tumbuh sifat konkrit yang lebih di dalam sebuah percakapan adalah dengan menghindari pembicara dari kebingungan. Ketika pembicara begitu panjang saat berbicara, ia menghilangkan sifat konkrit, hal yang penuh dengan tujuan, dan intensitas interaksinya. Jika pendengar menandai kebingungan pembicara dengan anggukan, dorongan yang kecil, dan sebagainya, ia membuat kebingungan tersebut tidak berhasil. Bahkan ketika seseorang pada dasarnya di dalam sebuah peran mendengar, percakapan akan menjadi sebuah dialog yang sangat bertujuan dengan baik.

Untuk merespon dengan sering, terkadang penting untuk memotong pembicara. Banyak orang menyebutnya ironi saat pendengar yang baik dapat melibatkan interupsi bagi orang yang sedang berbicara. Namun itu mungkin sekali untuk memotong alur pembicara dengan pemikiran singkat, tanpa membuat pembicara kehilangan alur pemikirannya.

Ketika saya menginterupsi pembicaraan yang membingungkan dengan jawaban yang responsive, dua hal biasanya terjadi. Setelah beberapa intrupsi, pembicara dan saya membangun sebuah irama berbicara dan refleksinya yang menghasilkan percakapan yang lebih baik. Lalu, pemibicara biasanya berhenti keluar dari pembicaraan yang membingungkan dan langsung menuju ke masalah utama.

Sediakan Jawaban yang Tidak Pasti namun Kuat

Pendengar yang efektif menyadari bahwa sangat tidak mungkin untuk mengetahui orang lain engan tepat. Hal yang terbaik yang mudah didapat adalah pemahaman yang benar dan masuk akal namun cukup. Karena alasan ini, sangat memungkinkan untuk terus membuka pikiran untuk mencari pemahaman unik dari orang yang sedang berbicara dengan kita.

Cara jawaban yang tidak pasti dan perubahan suara kita harus membuat pembicara mudah untuk berkata, “Bukan, itu bukan yang saya maksud. Mari kita buat seperti ini….” Pendengar lalu mencoba untuk memikirkan pernyataan kedua yang lebih akurat.

Ketika beberapa pendengar awam sedang brada pada mendengar yang reflektif dalam pembuatan pemikiran mereka yang sangat pasti, lebih banyak orang yang tidak pasti. Mereka sering mengutarakan pemikirannya berupa pertanyaan. Bahkan ketika pemikiran membaca pernyataan, pendengar mungkin menaikkan suaranya di akhir kalimat dan oleh karena itu mengubahnya ke dalam pertanyaan. Ketidakpastian yang berlebih dalam seorang pendengar itu salah. Daripada memberikan gambaran yang kuat tentang apa yang ia terima dari orang lain, pendengar mungkin hanya menunjukkan ketidakamanan dirinya dan ketidaksudian dirinya untuk mengambil resiko refleksi yang konkrit dan singkat.

Pasti akan datang waktunya, ketika anda cukup bingung dengan apa yang dimaksud oleh pembicara. Pada waktu-waktu tersebut, sangat tepat bagi anda untuk mengatakan sesuatu seperti, “Saya tidak yakin dengan apa yang anda maksud. Apakah ______ atau ______ yang anda maksud?”

Pendengar yang efektif dapat tidak pasti ketika tepat, bukan pasti, namun secara normal memberikan jawaban-jawaban yang pasti sebagai sebuah “papan bersuara” yang cocok.

Cerminkan Sumber-sumber Pembicara

Jika pembicara sedang memecahkan masalahnya, sangat penting untuknya menemukan sumber-sumber yang ada untuk menangani masalah-masalahnya. Pembicara tersebut mungkin sedang berada di masalah yang begitu berat sehingga ia tidak sadar dengan sumber-sumber yang ada dan bahkan ketika ia secara samar-samar merujuk kepada mereka. pendengar yang efektif mencatat bahkan rujukan yang tidak jelas (samar-samar) ke rujukan-rujukan pribadi dan membrikannya kepada pembicara:

Oliver: Aku tidak begitu pintar dalam angka. Aku tegang kapanpun harus berkutat dengan itu semua. Aku takut aku akan mengacaukan hasil penghitungannya. Jika aku bisa pergi ke atas sana, aku akan mendapatkan kerjaan yang layak karena aku dapat melihat gambar yang besar dan mampu  menyampaikan semuanya dengan cukup akurat.

Fritz : (Fokus kepada kelemahan) Bekerja dengan angka membuatmu kesulitan.

Fritz: (Fokus kepada sumber-sumber) Kamu frustrasi dengan hasil laporan ini, namun kamu senang dengan kemampuanmu mengantisipasi harga pasar yang akan datang.

Sebuah focus yang nyata terhadap sumber itu sangatlah penting. Karakteristik dasar dari semua orang-orang yang bermasalah adalah perasaan mereka tentang kendornya semangat. Pendengar yang efektif tidak hanya menerangi seluruh hal yang tidak membuat pembicara semangat dengan mendengarkan orang lain berbaca dengan sangat baik dan menerima, ia mendengarkan untuk dan merefleksikan sumber-sumber si pembicara yang menyediakan harapan dan akan membuat pembicara mampu menyelesaikan masalahnya.

Tampilkan Perasaan yang Implisit di dalam Pertanyaan-pertanyaan

Sering kali, para pemula di sesi mendengarkan secara reflektif kehilangan pengetahuan tentang apa yang ingin dilakukan ketika pembicara menanyakan mereka pertanyaan langsung. Pemecahan mereka untuk terus mencerminkan hilangnya kekuatan tentang pertanyaan karena di masyarakat kita sangat jarang untuk memperbolehkan pertanyaan-pertanyaan tidak terjawab. Sebagai contoh, Morris Recupero berkata ia mampu menahan godaannya untuk memberikan nasihat dan mampu untuk meneruskan pemikiran dari makna yang disampaikan Sean MacCarthy hingga Sean melemparnya dengan sebuah pertanyaan yang merupakan permintaan nasihat langsung.

Sean: Aku telah berpikir tentang hal ini berulang kali dan aku tidak tahu bagaimana caranya untuk menangani situasi ini. Apa yang akan kamu lakukan saat berada di posisi ku?

Morris: Baik, aku mengalami situasi seperti itu di tahun 1972. Aku melakukan ini… dan itu berhasil.

Kemudian, ia menggambarkan situasi itu kepada saya dan berkata, “Saya tahu sayya menggunakan penghalang nasihat, namun apa yang akan kamu lakukan ketika seseorang meminta nasihat langsung ?”

Ini adalah masalah yang menghalangi banyak orang yang baru saja memulai menggunakan keterampilan mendengarkan reflektif. Satu pilihan adalah dengan mencoba mencari makna pertanyaan orang tersebut. Perasaan apa yang tersembunyi ? lalu cerminkan kembali maknanya. Percakapan Morris dan Sean seharusnya dapat seperti ini:

Sean: (sama seperti kalimat di atas)

Morris: Inilah yang membuatmu terhalang!

Sean: Benar sekali. Mungkin karena ini adalah hal tersulit yang pernah aku alami di dalam hidup.

Mari kita lihat bagaimana pasangan ini menangani pertanyaan dengan secara reflektif.

Thad : Sudah setahun lamanya sejak kematian istriku. Aku masih berduka. Akankah ku bisa lepas dari itu?

Dr. Brandon : Kamu takut kamu tidak akan pernah bisa.

Atau :

Carol : Ketika aku sangat gugup aku tertawa. Terkadang tak bisa berhenti. Mengapa aku melakukan itu ?

Mr. Terry: Reaksi itu membingungkanmu dan membuatmu peduli akan dirimu.

Ketika pendengar secara akurat menjawab perasaan atau makna yang ada di balik pertanyaan, pembicara biasanya melupakan bahwa ia bahkan menanyakan pertanyaan dan biasanya berbicara ke situasi yang lebih dalam dari masalah itu dan mulai untuk mengambil solusi atas masalahnya.

Terkadang, ketika pertanyaan tersebut dipecahkan dan maknanya diberikan kepada pembicara, pembicara menjadi tersinggung dan bertanya pertanyaan itu lagi. Ketika hal tersebut terjadi, pendengar mungkin menjelaskan bahwa perannya sebagai seorang pendengar adalah hanya melayani sebagai penerima “suara”, bukan memberikan nasihat. Orang lain mungkin akan berkata, “Namun anda mempunyai banyak pengalaman, kebijakan, dll. Saya sangat membutuhkan nasihat anda.” Pendengar berkomitmen terhadap pendekatan reflektif yang dapat mencerminkan perasaan orang lain dan lalu menjelaskan mengapa ia tidak memilih untuk memberikan nasihat. Jika pembicara memilih untuk melanjutkan, ia mungkin berinisiatif untuk memulai percakapan, atau pendengar mungkin merangkum sebagai sebuah sinyal untuk memulai percakapan lagi. Terkadang anda mungkin setuju untuk menghentikan percakapan.

Terima bahwa Banyak Interaksi yang Tidak Menghasilkan Keputusan

Banyak sekali pendengar yang tidak sabaran. Mereka ingin memecahkan masalah yang begitu panjang dan rumit hanya dalam satu sesi. Jika seseorang melihat sorang psikiater tentang sebuah masalah, psikiater itu mungkin berharap untuk menyelesaikan masalah tersebut dengan kliennya selama beberapa bulan atau bahkan beberapa tahun sebelum solusi yang cukup dan baik ditemukan dan diimplementasikan.

Banyak sekali yang mencoba bercerita kepada teman atau pasangannya namun selalu berakhir tanpa solusi. Pembicara sering memilikii pandangan yang lebih besar terhadap masalah dan solusi yang ingin ia hadapi. Mungkin ia butuh waktu yang panjang untuk menemukan ide dan pilihan sebelum memilih keputusan yang kuat. Kesabaran adalah kunci untuk menjadi pendengar yang kreatif.

Cerminkanlah Selama Interaksi

Salah satu keluhan dari mendengar reflektif adalah kegiatan ini membutuhkan waktu yang lama. Tak ada pertanyaan mengenai hal ini – mendengar yang setia membutuhkan banyak sekali waktu. Ada tiga cara yang menurut saya, seorang yang sibuk dan berorientasi akan tugas, melihat pada masalah.

Pertama, saya sadar ini adalah masalah nilai. Jika saya sangat peduli terhadap atau perhatian akan beberapa orang, saya tahu salah satu demonstrasi persahabatan saya adalah jumlah dan kualitas waktu yang saya berikan untuknya. Nilai yang saya pegang teguh adalah untuk menghabiskan lebih banyak waktu untuk mendengarkan dan dekat dengannya.

Kedua, saya sadar bahwa ini adalah masalah efisiensi. Ketika orang tidak didengar dan dijawab, waktu dapat disimpan dalam jangka yang pendek, namun dalam jangka yang panjang, kesalahpahaman yang dihasilkan dan pemisahan akan membutuhkan waktu yang jauh lebih banyak dan efisiensi yang lebih. Pengalaman telah menunjukkan bahwa ketika pegawai tidak memanfaatkan waktu untuk mendengarkan pegawai lainnya, ketika penjual tidak memahami kebutuhan pelanggannya, dan ketika guru tidak mendengar jawaban para siswanya, mereka sama sekali tidak efisien dalam penyelesaian tugasnya.

Hal terakhir yang sangat penting, saya sadar bahwa banyak kegiatan mendengar dapat dilakukan dalam waktu yang sangat singkat. Saya dapat mendengar dengan pemahaman tanpa membutuhkan waktu untuk sesi konseling selama satu jam.

Di luar Batas Mendengar Reflektif

Orang-orang belajar ilmu-ilmu mendengarkan yang reflektif selalu bertanya, “Apakah tepat untuk melakukan sesuatu yang lebih saat mendengarkan reflektif ketika orang lain mempunyai sebuah masalah atau kebutuhan yang kuat?” Sangat sering untuk terlalu tergoda meninggalkan kegiatan mendengar dan mencari cara yang lebih cepat namun tidak efektif untuk membantu seseorang yang sedang butuh pertolongan. Ada banyak waktu ketika kita tepat menggunakan metode lain yang berhubungan dengan mendengar.

Jawaban yang Mudah Diubah, Ditambah, dan Dikurangi.

Macam-macam jawaban yang dibuat oleh pendengar beragam mulai dari yang “dapat dikurangi”, “dapat diubah”, atau “dapat ditambah.” Ketika jawaban pendengar tidak menunjukkan pemahaman yang akurat terhadap orang lain, kita bisa menyebutnya sebagai “kurang.” Ketika pendengar mencerminkan perasaan yang sebenarnya dan isi yang sesuai dengan pembicara dengan intensitas yang cukup sama, kita dapat menyebutnya sebagai “dapat diubah.” Namun ketika pendengar membuat beberapa jawaban yang dapat diubah dan menuju ke hal lebih dari apa yang dikomunikasikan oleh pembicara, maka jawaban tersebut adalah “tambahan.” Sebelum membuat jawaban yang tambahan, pendengar masuk ke dalam bingkai rujukan pembicara. Jawaban-jawaban tambahan harus berhubungan dengan apa yang pembicara telah katakan sebelumnya. Mereka sering membantu pembicara untuk melihat dunia dari sudut pandang yang lebih objektif dan atau menuju pembuatan keputusan yang lebih efektif.

Jawaban-jawaban tambahan itu mengandung resiko. Beberapa di antaranya membahayakan hubungan atau bahkan menciptakan malapetaka bagi orang lain. Beberapa terapis percaya bahwa hanya konselor professional saja yang menggunakan jawaban-jawaban tambahan.

Setelah saya mengenal bahwa jawaban tambahan dibutuhkan di banyak situasi yang membantu banyak orang, saya juga melihat bahwa cara ini sering dipakai secara tidak tepat dan tidak ahli. Aturan umumnya adalah: “Ketika anda ragu, jangan gunakan jawaban tambahan.”

Membangun sebuah Dasar Jawaban Tambahan

Banyak jawaban yang dapat diubah oleh seorang pendengar yang efektif membangun sebuah dasar kepercayaan dan pemahaman sebelum jawaban tambahan digunakan. Ketika seseorang sedang berada di tengah-tengah emosi yang kuat, ia secara psikologis tidak siap untuk mendengarkan siapapun. Jawaban yang akurat dan empati harus selalu mendahului jawaban tambahan. Sekali jawaban tambahan telah dibuat, maka pendengar harus membangun lagi kepercayaan berdasarkan pengembalian mode mendengar yang reflektif.

Bagaimana anda dapat mengetahui bahwa anda telah cukup mendengarkan cerita untuk menggunakan jawaban tambahan? Anda harus mendengarkan sampai anda mampu:

  1. Melihat situasi orang lain dari dalam rujukan bingkai pembicara : memahami isi, perasaan, dan nilai pembicara ;
  2. Pastikan bahwa hal lain selain melanjutkan mendengarkan pembicara itu paling tepat ; dan
  3. Temukan langkat mungkin apa dalam proses yang berguna dalam membantu solusi masalah pembicara.

Pembicara perlu jawaban reflektif anda berlanjut sampai ia:

  1. Berpindah ke masalah yang lebih dari masalah yang paling dasar ;
  2. Menggali dan memulai pemahaman masalah dasarnya;
  3. Mengalami penerimaan pendengar dan empati yang akurat – rasakan bahwa pendengar memerhatikannya ;
  4. Menerima dirinya dan perasaannya ; dan
  5. Mengalami kesiapan untuk masuk ke dalam fase yang sulit dari proses yang dapat dibantuk dengan jawaban tambahan.

Dua Masalah tentang Jawaban Tambahan

Dua masalah tumbuh dalam pertanyaan tentang apakah dan seberapa banyak penggunaan jawaban tambahan. Pertama adalah masalah nilai – tingkatan apa yang tepat untuk mencoba mencari bentuk kehidupan orang lain ketika ia sedang berjuang dengan masalahnya ? Masalah lain adalah begitu pragmatis – apa yang terbaik ?

Para peneliti teori behavioris mencatat bahwa semakin sedikit orang di bawah tekanan orang lain untuk berubah, semakin mungkin perubahan terjadi.

Walaupun harus ada kehati-hatian dan masalah, pasti ada saatnya jawaban tambahan itu tepat. Di dalam sebuah percakapan yang spesifik, sangat mungkin untuk menggunakan satu atau lebih jawaban yang terkandung dalam mendengarkan yang reflektif.

Menjawab dengan Sentuhan

Ada waktunya ketika jawaban nonverbal jauh lebih tepat dibandingkan kata-kata yang dapat diutarakan. Sentuhan juga bisa menjadi salah satunya. Namun terkadang sentuhan juga bisa mengganggu. Ini dapat memperlambat proses pemahaman diri. Pembicara, sama seperti di kebanyakan budaya, mungkin ragu dan tidak nyaman dengan kontak fisik. Namun, sentuhan seperti tepukan pada bahu, sentuhan yang hangat, dan pelukan yang menandakan peduli itu tepat.

Menyediakan Informasi Faktual

Terkadang sanggat tepat bagi para pendengar untuk membagi informasi yang faktual dengan orang yang sedang membicarakan masalahnya. Setelah pembangunan dasar kepercayaan dan pemahaman, informasi dapat dengan baik dibagi jika :

  1. Secara emosioanl orang tersebut siap untuk menerima informasi anda ;
  2. Informasi anda relevan dengan masalah orang tersebut;
  3. Anda yakin bahwa yang lain tidak mempunyai fakta-fakta tersebut dan ia tidak mungkin memiliki akses yang mudah dengan mereka; dan
  4. Anda yakin validitas informasinya

Lakukan Sesuatu

Ada waktunya ketika mendengarkan reflektif menunjukkan sebuah situasi yang harus diperbaiki. Mungkin banyak orang yang terlalu terlibat ke dalam proses mendengar sehingga mereka lupa untuk mengambil langkah atau pemecahan yang tepat! “Bahasa perilaku” terkadang jawaban yang terbaik yang dapat kita buat dan lakukan kepada orang lain. Ketika seorang anak kecil sedang mencoba untuk memperbaiki sepedanya dan tugas itu sangat sulit untuknya, orang tuanya harus berhenti berpikir dan cepat-cepat membantu. Ketika seseorang sedang berduka ketika ditinggal oleh orang yang paling ia sayangi, mendengarkan yang reflektif sangat penting.

Membantu Pemecahan Masalah

Mendengarkan yang aktif mungkin dibutuhkan untuk membantu orang sampai kepada sebuah pemecahan masalah mereka. terkadang, orang dengan kekuatan yang kuat mungkin kekurangan kemampuan untuk pemecahan masalah. Tanpa mengambil alih pemecahan masalahnya, pendengar yang efektif akan memandu pembicara melalui proses pemecahan masalah seperti yang dijelaskan di Bab 14.

Sama seperti jawaban tambahan, pendengar juga harus mebangun sebuah dasar kepercayaan dan pemahaman. Ia juga harus yakin bahwa pembicara sedang menghadapi masalah dasar sebelum membantunya ke metode pemcahan masalah yang efektif.

Rujukan

Terkadang pembicara akan meminta informasi atau sebuah tingkatan bantuan yang tidak mampu anda berikan. Di situasi seperti ini anda dapat memutuskan untuk menyarankannya mencari bantuan yang lebih bagus.

Sebelum merekomendasi rujukan, seseorang harus mendengar masalah yang dihadirkan sebelumnya. Seseorang harus mendengarkan dengan lama untuk membangun sebuah landasan kepercayaan dan pemahaman. Ketika menyarankan rujukan, sangat penting untuk secara aktif mendengarkan sangkalan pembicara, ketahanan, dan perhatiannya. Sangat tidak mudah untuk mengunjungi orang yang tidak kita kenal tentang masalahnya. Banyak orang berpikir sesuatu yang salah dengan mereka jika mereka meminta bantuan seperti ini. Dukunglah dengan terus mendengarkan melalui periode transisi yang penting sebagai bagian dari rujukan.

Pengungkapan Diri

Pendengar yang efektif akan mengatakan kepada pembicara sesuatu tentang kehidupannya. Pengungkapan dirinya bukanlah akhir ketika seseorang memiliki kekuatan yang lebih kuat. Itu semua lebih kepada hal yang berhubungan dengan tujuan hubungan mereka yang saling membantu. Pendengar harus menentukan apakah pengungkapannya cocok untuk membantu pembicara memahami dirinya lebih jelas. Pengungkapan diri yang efektif oleh seorang pendengar banyak dialami seperti jawaban refelktif yang baik.

Konfrontasi

Sebagai sebuah keterampilan untuk membantu, konfrontasi meberikan perhatian kepada gap dalam perilaku pembicara:

  1. Antara apa yang ia pikirkan dan katakan
  2. Antara apa yang ia rasakan dan ia katakan
  3. Antara apa yang ia katakan dan lakukan
  4. Antara kata-katanya dan bahasa tubuhnya
  5. Antara gambar dirinya dan cara ia dilihat oleh orang lain
  6.    Antara kehidupan yang ia jalani dan kehidupan yang ia inginn jalani.

Konfrontasi oleh penengar biasanya menggunakan bentuk “Di sisi lain, anda berkata/merasakan/melakukan____, dan di sisi lain anda bilang/lakukan____”.

Tiga keadaan harus dilihat sebelum konfrontasi dilakukan. Pertama, sebuah dasar kepercayaan dan pemahaman harus dibuat. Dasar tersebut harus sangat kuat sebelum konfrontasi dilakukan. Kedua, pendengar harus melihat ketidaksesuaian yang sangat penting untuk digali. Dan terakhir, pendengar harus yakin bahwa pembicara siap dan mampu untuk melakukan hal-hal sulit untuk mengisi kekosongan itu. Waktu dan perilaku untuk tidak memberikan putusan yang keras adalah faktor penting dalam memberikan bantuan pembicara untuk menggunakan konfrontasi secara efektif.

Setelah sebuah konfrontasi, pendengar kembali kepada jawaban yang refkeltif untuk membangun kembali dasar kepercayaan dan pemahaman yang sebagian telah hilang. Seseorang tidak boleh berinisiatif memberikan dua atau lebih konfrontasi. Karean konfrontasi hanya berguna bagi mereka yang sangat terlindung, maka penggunaannya pun harus sangat hati-hati, terampil, dan tidak sering dilakukan.

Pembicaraan “Anda-Saya”

Pembicaraan “Anda-saya” berarti mengubah perasaan yang terjadi sekarang antara pembicara dengan pendengar. Masalah yang paling banyak didiskusikan dengan kami adalah tentang hubungan antar manusia. Dan masalah yang cocok untuk mengganggu pembicara dalam hubungan lainnya muncul secara tidak diduga-duga dalam pembicaraannya dengan anda. Ketika hal tersebut terjadi, sangat menguntungkan untuk berurusan dengan apa yang sedang terjadi antara pembicara dan pendengar.

Untuk melakukan hal ini dibutuhkan sifat kedewasaan. Orang lain mungkin melemparkan masalahnya yang ia punya dengan orang lain ke diri anda. Atau ia mungkin memiliki perhatian yang lebih. Namun, pendengar harus tidak melawan dan harus mengantisipasi pemicu jika diskusinya menghasilkan hasil yang positif.

Kapankah Mendengar dengan Reflektif

Banyak sekai waktu ketika keterampilan mendengar yang reflektif dapat digunakan. Inilah contoh-contohnya.

Sebelum anda memulai

Beberapa maslaah bisnis telah menghemat ribuan dollar dengan melatih semua pegawainya untuk melakukan paraphrase sebelum memulai sesuatu. Komunikasi interpersonal terkadang menyesatkan. Sebuah paraphrase sederhana adalah salah satu cara paling efektif bagi seseorang yang dapat menggunakannya untuk pengecekan akurasi ketika ia disuruh untuk melakukan tugas.

Beberapa perusahaan membuat program di akhir pertemuan sehingga para pegawai dapat memparafrase langkah-langkah yang ia harapkan untuk dilakukan atau bertanggung jawab sebagai hasil dari pertemuan. Beberapa mengkalim bahwa penggunaan paraphrase telah meningkatkan hasil pertemuan dengan baik.

Sebelum Anda Berargumen

Banyak argument yang dapat dihindari jika orang benar-benar memahami apa yang orang lain katakan. Orang sering berargumen karena mereka tidak menyadari bahwa mereka memiliki pandangan yang sama. Bahkan ketika opini seseorang berbeda dengan apa yang anda punya, saya dapat memahami atau belajar dari ketidaksetujuan itu, dengan mendengar yang reflektif, saya menemukan bahwa ia sampai kepada posisi tersebut. Penjelasan lengkapnya akan anda lihat di Bab 12 tentang konflik.

Ketika Orang Lain Mengalami Perasaan yang Kuat atau Ingin Membicarakan Masalahnya

Ketika seseorang sangat senang, antusias, dan gembita – itulah waktu untuk merefleksikan apa yang ia katakan. Sebaliknya, ketika orang tersebut sedih, bingung, marah, atau suram – itulah waktu untuk menjadi pendengar yang reflektif. Ketika orang lain datang kepada saya dengan sebuah masalah yang ingin ia bicarakan, itulah waktunya untuk mendengar dengan reflektif sampai pada waktu yang terbaik untuk memberikan solusi.

Ketika Orang Lain Berbicara dengan “Kode”

Ketika anda menebak bahwa orang lain sedang memberikan kode di dalam pesannya, itu mengindikasikan bahwa ada masalah atau perasaan yang sulit untuk dikatakan. Cara terbaik untuk membantunya adalah dengan aktif mendengar. Mendengar yang reflektif dapat membantu mereka untuk menemukan pesan dan membuka pandangan yang nyata terhadap apa yang ingin ia katakan.

Ketika Orang Lain Ingin Menyampaikan Perasaan dan Pemikirannya

Terkadang orang-orang ingin sebuah solusi akan masalah mereka. Di waktu lain, mereka bukanlah berorientasi terhadap solusi dan hanya ingin menggali sebuah situasi bersama temannya. Ini akan cukup membantu ketika anda hanya ingin membagi sebuah dilemma dengan teman anda tanpa sampai kepada tindak lanjut yang nyata. Namun sayangnya, beberapa pendengar bosan ketika pembicara meninggalkannya tanpa menyelesaikan pemecahan masalahnya.

Selama “Percakapan Langsung yang Menguntungkan”

Di banyak situasi ketika mendengarkan itu tepat, focus perhatiannya adalah ada pada pembicara. Sumber-sumber kedua belah pihak dipicu olehnya. Dalam percakapan langsung yang menguntungkan, kedua belah pihak berbagi kesamaan focus dari dialognya. Kedua orang tersebut berinisiatif sebuah percakapan seraya mereka merefleksikan apa yang orang lain katakan. Dalam masalah ini, seseorang berbagi pandangannya setelah ia merefleksikan apa yang orang lain katakan. Percakapan langsung yang menguntungkan jarang sekali tepat untuk percakapan yang singkat. Ketika membicarakan masalah yang mengandung konflik antar dua belah pihak, jenis percakapan seperti cocok untuk diterapkan.

Ketika Anda Berbicara kepada Diri Anda Sendiri

Spesialis medis berkata kepada saya bahwa kita semua berbicara kepada diri kita sendiri. Ketika anda bercerita dengan diri anda sendiri tentang masalah yang signifikan, sangat penting untuk mendengarnya dengan hati-hati dengan diri anda sampai kepada keputusan.

Biasanya, ketika seseorang berbicara kepada dirinya, ia tidak mendengarkannya sama sekali. Ataupun ia membuatnya sebagai halangan. Contohnya dalam masalah moral, ia berkata pada dirinya, “Kamu harus melakukan…” atau ia mungkin memberikan dirinya sendiri kejatuhan: “Kamu tidak akan pernah bisa melakukannya!”

Namun diharapkan, anda dapat merefleksikan isi dan khususnya perasaan anda saat berkomunikasi dengan diri anda. Anda dapat menyimpulkan dan secara psikologis memahami diri anda selama dalam ketenangan dan keheningan. Sangat menyenangkan sekali saat anda dapat mendengarkan dengan reflektif dengan diri anda sendiri. Anda pun juga bisa mendengar tanda-tanda melalui tubuh anda dengan cara seperti ini. Anda mungkin akan sadar bagaimana anda memperlakukan diri anda dan tubuh anda sehingga anda tahu misalnya ada bagian tubuh anda yang sakit. Cukup ambillah sedikit waktu untuk mendengarkan terkadang membantu.

Ketika Menghadapi Ide-ide Baru di dalam sebuah Buku atau Perkuliahan atau di Tempat Kerja

Saya menemukan bahwa saat menemukan ide-ide baru, sangat membantu untuk menggunakan keterampilan mendengar efektif saya untuk menemukan makna yang ditulis oleh sang penulis. Saya menyebutnya sebagai empati intelektual.

Saya harus terus mengasah kemampuan ini. Sangat mudah untuk menghilangkan ide yang tidak dengan mudah menemukan maksud yang diinginkan. Karena saya mengajarkan keterampilan berkomunikasi dan pelajaran lain kepada para manajer, pedagang, pendidikan, dan yang lain, saya tahu bahwa jarang menemukan orang yang tidak harus berjuang untuk terbuka dengan ide-ide dan metode-metode yang baru ataupun tidak terkenal.

Ketika Tidak Mendengar dengan Reflektif

Beberapa orang merusak sesuatu yang bagus dengan mempergunakannya di waktu yang salah. Itu sangatlah benar jika kita hubungkan dengan kegiatan mendengar yang reflektif. Jika tidak ada alasan yang spesifik untuk melakukan mendengar reflektif, janganlah dilakukan. Akan ada saatnya orang lain akan memberikan anda petunjuk untuk mendisiplinkan diri anda untuk berefleksi. Mendengar reflektif akan berhasil. Sangat tidak baik bagi sebuah hubungan jika salah satu atau keduanya selalu bekerja pada sebuah hubungan dimana mereka bersama. Hubungan akan tumbuh dengan baik ketika banyak waktu yang berharga dan tidak bermasalah. Ketika sebuah hubungan selalu bekerja untuk satu orang, akan menjadi malapetaka bagi kedua belah pihak.

Ketika Anda Tidak Mampu untuk Menerima

Ketika anda mendengar dengan reflektif, orang lain cenderung membiarkan masalahnya pergi. Ia akan lebih merasa tersakiti oleh anda. Jika anda menunjukkan bahwa anda tidak suka akan hal itu, ia mungkin akan lebih tersakiti lagi dibandingkan kalau anda menjawabnya dengan sangat baik.

Ketika Anda Tidak Percaya Orang Lain untuk Mencari Solusinya Sendiri

Salah satu teori dasar yang menempatkan mendengar reflektif adalah saat orang lain mempunyai masalah, ia biasanya adalah orang yang terbaik untuk memecahkan masalahnya. Tujuan utama dari mendengarkan aktif adalah untuk membantu mencari solusi dari masalahnya. Ada beberapa alasan mengapa setiap orang harus mempertahankan rasa tanggung jawabnya untuk memecahkan masalahnya sendiri :

  1. Orang lain dengan masalah mempunyai data yang paling banyak. Seefektif apapun ia mengungkapkan dan saya dengarkan, orang lain akan memiliki data lebih banyak tentang situasi yang dapat saya alami.
  2. Orang lain mengambil semua resiko. Jika solusinya tidak sebagus yang terlihat di permukaan, orang lain harus menderita dengan konsekuensinya.
  3. Orang lain harus mengimplementasikan solusinya.
  4. Kepercayaan diri orang lain dan rasa tanggung jawabnya diperkuat ketika ia membuat dan mengimplementasikan solusinya sendiri. Ia mengambil sebuah langkah yang signifikan terhadap pembentukan takdirnya.
  5. Orang lain dan saya mendapatkan untung ketika ia menjadi kurang bergantung pada saya sebagai pendengar atau penolong.

Ketika Anda Tidak “Terpisah” dari Orang Lain

Pendengar yang baik mampu mendalami pengalaman orang lain namun tidak terpisah. Jadi kita tidak boleh terpisah dari tujuan kita sebagai pendengar yang baik bahkan jika yang kita dengar itu membuat kita kaget atau marah.

Ketika Anda Menggunakan Mendengar Sebagai sebuah Cara untuk Bersembunyi

Beberapa orang secara konsisten terpaku dengan peran pendengar. Mereka jarang saling mengungkapkan perasaan mereka. Mereka jarang sekali mempengaruhi orang lain. Mereka tidak nyata, dan kegiatan mendengar mereka tidak bagus untuk mereka sendiri maupun untuk orang lain. Orang lain menggunakan pencerminan untuk melindungi diri mereka dari emosi negatif orang lain. Jika pembicara marah, dan penengar tidak ingin mengalami kemarahan orang lain – ia hanya memanipulasi kegiatan mendengar itu. ini tampaknya menunjukkan sedewasa apakah ia dalam menangani situasi. Jika pendengar tidak merasakan paksaan dari kemarahan orang lain, jika ia mencerminkan tanpa mendapatkan rujukan orang lain, ia mungkin akan membuat jarak di dalam hubungannya.

Ketika Anda Merasa Sangat Tertekan, Sulit, dan Dikucilkan

Sangat penting untuk mampu mengenal saat-saat dimana anda mungkin tidak menjadi orang terbaik untuk mendengarkan curahan orang lain. Mungkin di dalam diri anda sedang tidak menentu sehingga anda tidak bisa menjadi pendengar yang baik bagi orang lain. Anda harus bisa menerima keadaan itu. setiap orang membutuhkan orang di dalam kehidupannya. Namun terkadang sering sekali orang-orang tersebut belum siap untuk menjadi pendengar.

Berita Baik dan Berita Buruk

Berita baiknya adalh terkadang mendengarkan itu adalah sebuah pengalaman yang menyenangkan. Berita buruknya adalah dapat menjadi penghalang yang begitu besar.

Mendengarkan itu tidak selalu mudah. Hal tersebut membutuhkan kecenderungan kebiasaan untuk tertutup. Ini membutuhkan kedewasaan, ketepatan diri yang baik, keterbukaan untuk memahami nilai dan pandangan yang sangat berbeda dari apa yang kita punya. Ketika kita benar-benar mendengar, ide-ide dan nilai kita terkadang berubah. Untuk mendengar dengan baik berarti menjadi sakit. Jika anda mendengar dengan empati, maka hati anda akan menjadi terenyuh. Walaupun pendengar yang efektif menjaga jarak emosional dari rasa sakit pembicara, ia merasa tidak dilindungi untuk mengalami beberapa sakit hati yang melanda satu sama lain.

Mendengarkan itu secara kuat dibutuhkan dan oleh karena itu tidak boleh dimasukkan ke dalam hal yang mudah. Pendengar yang berpengalaman yang masuk ke dalam bantuan hubungan secara hati-hati mengetahui bahwa hal tersebut membutuhkan waktu, usaha, dan pengorbanan dirinya. Pekerjaan mendengar itu harus penuh jangan setengah-setengah dan tidak hati-hati.

 

 

 

 

 

 

Kesimpulan

          Kegiatan berbicara dan mendengar merupakan dinamika komunikasi. Di samping keterampilan berbicara dalam komunikasi kita harus memiliki keterampilan mendengar. Sayangnya, banyak dari kita hanya mahir berbicara tetapi kurang sekali dalam melakukan kegiatan mendengar. Banyak orang yang berkomunikasi seolah-olah mendengar tetapi sesungguhnya tidak mendengar, karena yang bersangkutan tidak menyimak. Menyimak dan mendengar adalah berbeda. Kita boleh mendengar tapi belum tentu menyimak. Kita dapat membeli alat pendengaran, tetapi tidak dapat membeli alat simak

 

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s