Negara Islam Indonesia (NII)


BAB I

PENDAHULUAN

  1. a.      Latar Belakang

Negara Islam Indonesia (NII) bukan hanya ancaman terhadap negara tetapi menimbulkan keresahan di dalam masyarakat. Kelompok ini menghalalkan segala cara dalam menjalankan aksi. Termasuk penculikan, perampokan, pencurian, penipuan, dan brain washing sejumlah mahasiswa hingga yang bersangkutan drop out di kampus masing-masing.

Di sini kita tidak membedakan apa ada NII asli atau palsu. Namun, NII sudah menjadi nomenklatur yang mebakutkan dan meresahkan masyarakat. Konon dalam lintasan sejarah, ada NII asli yang dulu merupakan warisan dari sejarah pergerakan nasional dalam membela dan memperjuangkan kemerdekaan dari kelompok Islam yang mengidolakan negara Islam.

Namun dalam kenyataan, Indonesia lebih memilih konsep Republik Indonesia dengan Pancasila sebagai falsafah dan ideologi bangsa. Dalam sejarah dikenal gerakan ideologi Islam yang menginginkan NII seperti Daud Beurauh di Aceh, Kartosiwiryo di Jawa Barat, Kahar Muzakkar di Sulawesi, dan lain-lain.

Isu yang mereka angkat ialah selama negara ini belum sepenuhnya berdasar kepada negara Islam. Maka selama itu tetap disebut negara jahiliyah. Jika ingin selamat dari kutukan Tuhan maka umat Islam harus hijrah ke NII. Jadi NII merupakan negara dalam negara yang sah. Mereka didoktrin untuk tiga hal pokok, masuk ke NII secara total dan dengan segala tanggung jawab, merekrut orang lain sebanyak-banyaknya ke dalam NII. Lalu mengumpulkan atau menyetor dana segar ke pimpinan dengan jumlah tidak sedikit.

Walaupun sudah agak terlambat, kini saat paling tepat mengungkap sekaligus mengakhiri seluruh aktivitas NII dan kelompok teroris. Mengingat populasi mereka sudah mencapai angka besar, ada yang memprediksi ratusan ribu bahkan lebih. Cara mengatasi kelompok NII ini tentu tidak sederhana. Tidak sesederhana mengatasi kasus-kasus kriminal lain seperti kelompok pecandu narkoba dan penjudi.

Berdasarkan permasalahan yang timbul di atas maka kami penulis mencoba untuk membuat sebuah makalah yang berjudul  “KRIMINALITAS YANG DIPENGARUHI OLEH NEGARA ISLAM INDONESIA”

  1. b.      Rumusan Masalah
    1. Apa yang dimaksud dari organisasi Negara Islam Indonesia (NII)?
    2. Faktor apa saja yang menyebabkan orang-orang masuk ke dalam organisasi ini?
    3. Apa masalah yang ditimbulkan dari adanya organisasi ini?
    4. Apa solusi untuk mengatasi masalah-masalah yang ditimbulkan dari organisasi NII ini?
    5. Apa upaya yang dilakukan untuk mengatasi NII?
    6. c.       Tujuan Penulisan
      1. Untuk mengetahui organisasi Negara Islam Indonesia (NII).
      2. Untuk mengetahui faktor penyebab orang-orang masuk ke dalam organisasi ini.
      3. Untuk mengetahui masalah yang ditimbulkan dari adanya organisasi ini.
      4. Untuk mengetahui solusi dalam mengatasi masalah-masalah yang ditimbulkan dari organisasi NII ini.
      5. Untuk mengetahui upaya yang dilakukan untuk mengatasi NII.

 

 

 

 

 

BAB II

KAJIAN PUSTAKA

  1. a.      Sejarah Negara Islam Indonesia

Negara Islam Indonesia (disingkat NII; juga dikenal dengan nama Darul Islam atau DI) yang artinya adalah “Rumah Islam” adalah gerakan politik yang diproklamasikan pada 7 Agustus 1949 (ditulis sebagai 12 Syawal 1368 dalam kalender Hijriyah) oleh Sekarmadji Maridjan Kartosoewirjo di Desa Cisampah, Kecamatan Ciawiligar, Kawedanan Cisayong, Tasikmalaya, Jawa Barat.

Gerakan ini bertujuan menjadikan Republik Indonesia yang saat itu baru saja diproklamasikan kemerdekaannya dan ada di masa perang dengan tentara Kerajaan Belanda sebagai negara teokrasi dengan agama Islam sebagai dasar negara. Dalam proklamasinya bahwa “Hukum yang berlaku dalam Negara Islam Indonesia adalah Hukum Islam”, lebih jelas lagi dalam undang-undangnya dinyatakan bahwa “Negara berdasarkan Islam” dan “Hukum yang tertinggi adalah Al Quran dan Hadits“. Proklamasi Negara Islam Indonesia dengan tegas menyatakan kewajiban negara untuk membuat undang-undang yang berlandaskan syari’at Islam, dan penolakan yang keras terhadap ideologi selain Alqur’an dan Hadits Shahih, yang mereka sebut dengan “hukum kafir“, sesuai dalam Qur’aan Surah 5. Al-Maidah, ayat 50.

Dalam perkembangannya, DI menyebar hingga di beberapa wilayah, terutama Jawa Barat (berikut dengan daerah yang berbatasan di Jawa Tengah), Sulawesi Selatan dan Aceh. Setelah Kartosoewirjo ditangkap TNI dan dieksekusi pada 1962, gerakan ini menjadi terpecah, namun tetap eksis secara diam-diam meskipun dianggap sebagai organisasi ilegal oleh pemerintah Indonesia.

 

Gerakan DI/TII Daud Beureueh

Pemberontakan DI/TII di Aceh dimulai dengan “Proklamasi” Daud Beureueh bahwa Aceh merupakan bagian “Negara Islam Indonesia” di bawah pimpinan Imam Kartosuwirjo pada tanggal 20 September 1953.

Daued Beureueh pernah memegang jabatan sebagai “Gubernur Militer Daerah Istimewa Aceh” sewaktu agresi militer pertama Belanda pada pertengahan tahun 1947. Sebagai Gubernur Militer ia berkuasa penuh atas pertahanan daerah Aceh dan menguasai seluruh aparat pemerintahan baik sipil maupun militer. Sebagai seorang tokoh ulama dan bekas Gubernur Militer, Daud Beureuh tidak sulit memperoleh pengikut. Daud Beureuh juga berhasil memengaruhi pejabat-pejabat Pemerintah Aceh, khususnya di daerah Pidie. Untuk beberapa waktu lamanya Daud Beureuh dan pengikut-pengikutnya dapat mengusai sebagian besar daerah Aceh termasuk sejumlah kota.

Sesudah bantuan datang dari Sumatera Utara dan Sumatera Tengah, operasi pemulihan keamanan ABRI ( TNI-POLRI ) segera dimulai. Setelah didesak dari kota-kota besar, Daud Beureuh meneruskan perlawanannya di hutan-hutan. Penyelesaian terakhir Pemberontakan Daud Beureuh ini dilakukan dengan suatu ” Musyawarah Kerukunan Rakyat Aceh” pada bulan Desember 1962 atas prakarsa Panglima Kodam I/Iskandar Muda, Kolonel Jendral Makarawong.

Gerakan DI/TII Ibnu Hadjar

Pada bulan Oktober 1950 DI/ TII juga tercatat melakukan pemberontakan di Kalimantan Selatan yang dipimpin oleh Ibnu Hadjar. Para pemberontak melakukan pengacauan dengan menyerang pos-pos kesatuan ABRI (TNI-POLRI). Dalam menghadapi gerombolan DI/TII tersebut pemerintah pada mulanya melakukan pendekatan kepada Ibnu Hadjar dengan diberi kesempatan untuk menyerah, dan akan diterima menjadi anggota ABRI. Ibnu Hadjar sempat menyerah, akan tetapi setelah menyerah dia kembali melarikan diri dan melakukan pemberontakan lagi sehingga pemerintah akhirnya menugaskan pasukan ABRI (TNI-POLRI) untuk menangkap Ibnu Hadjar. Pada akhir tahun 1959 Ibnu Hadjar beserta seluruh anggota gerombolannya tertangkap dan dihukum mati.

Gerakan DI/TII Amir fatah

Amir Fatah merupakan tokoh yang membidani lahirnya DI/TII Jawa Tengah. Semula ia bersikap setia pada RI, namun kemudian sikapnya berubah dengan mendukung Gerakan DI/TII. Perubahan sikap tersebut disebabkan oleh beberapa alasan. Pertama, terdapat persamaan ideologi antara Amir Fatah dengan S.M. Kartosuwirjo, yaitu keduanya menjadi pendukung setia Ideologi Islam. Kedua, Amir Fatah dan para pendukungnya menganggap bahwa aparatur Pemerintah RI dan TNI yang bertugas di daerah Tegal-Brebes telah terpengaruh oleh “orang-orang Kiri”, dan mengganggu perjuangan umat Islam. Ketiga, adanya pengaruh “orang-orang Kiri” tersebut, Pemerintah RI dan TNI tidak menghargai perjuangan Amir Fatah dan para pendukungnya selama itu di daerah Tegal-Brebes. Bahkan kekuasaan yang telah dibinanya sebelum Agresi Militer II, harus diserahkan kepda TNI di bawah Wongsoatmojo. Keempat, adanya perintah penangkapan dirinya oleh Mayor Wongsoatmojo. Hingga kini Amir Fatah dinilai sebagai pembelot baik oleh negara RI maupun umat muslim Indonesia.

Gerakan DI/TII Kahar Muzakkar

Pemerintah berencana membubarkan Kesatuan Gerilya Sulawesi Selatan (KGSS) dan anggotanya disalurkan ke masyarakat. Tenyata Kahar Muzakkar menuntut agar Kesatuan Gerilya Sulawesi Selatan dan kesatuan gerilya lainnya dimasukkan delam satu brigade yang disebut Brigade Hasanuddin di bawah pimpinanya. Tuntutan itu ditolak karena banyak di antara mereka yang tidak memenuhi syarat untuk dinas militer. Pemerintah mengambil kebijaksanaan menyalurkan bekas gerilyawan itu ke Corps Tjadangan Nasional (CTN). Pada saat dilantik sebagai Pejabat Wakil Panglima Tentara dan Tetorium VII, Kahar Muzakkar beserta para pengikutnya melarikan diri ke hutan dengan membawa persenjataan lengkap dan mengadakan pengacauan. Kahar Muzakkar mengubah nama pasukannya menjadi Tentara Islam Indonesia dan menyatakan sebagai bagian dari DI/TII Kartosuwiryo pada tanggal 7 Agustus 1953. Tanggal 3 Februari 1965, Kahar Muzakkar tertembak mati oleh pasukan ABRI (TNI-POLRI) dalam sebuah baku tembak.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB III

PEMBAHASAN

  1. A.    DEFINISI NEGARA ISLAM INDONESIA

Negara Islam Indonesia (NII) atau dikenal dengan nama Darul Islam (Rumah Islam). NII adalah pergerakan politik yang berdiri pada tanggal 7 agustus 1949 (12 Syawal 1368H) di Desa Cisampah, Ciawiligar, Tasikmalaya, Jawa Barat. Pendirinya adalah Sekarmadji Maridjan Kartosoewirjo.

Tujuan NII adalah menjadikan Indonesia yang saat itu baru saja merdeka sebagai Negara Islam. Dalam proklamasi NII ‘hukum islam’ adalah hukum yang berlaku. Dalam undang-undang NII dinyatakan dengan tegas “Negara berdasarkan Islam”.

Perkembangan DI menyebar ke berbagai wilayah terutama Jabar menuju ke arah perbatasan. Termasuk juga menyebar ke Sulawesi dan Aceh. Setelah pendiri ditangkap oleh TNI dan di eksekusi pada tahun 1962, gerakan ini terpecah. Tapi tetap bergerak secara diam-diam dan oleh pemerintah dianggap sebagai organisasi ilegal.

Sekarang gerakan NII ini makin merajalela dan mengancam saudara-saudara kita. Sasaran utama mereka adalah remaja dan mahasiswa. Maka berhati-hatilah, lindungi anak-anak kita, saudara, teman, tetangga kita dari aliran yang berbahaya ini.

Proses penipuan dan perekrutan NII

Meski kerap menggunakan cara-cara baru seperti menggunakan jejaring sosial Facebook dan Twitter untuk mendekati calon korbannya. Namun modus yang digunakan untuk perekrutan/doktrinasi dariu tahun ke tahun tetap sama :

  1. Dilakukan oleh seorang anggota NII dibantu temannya dengan cara diskusi.
  2. Setelah 2-3x diskusi/pertemuan si korban akan disiapkan untuk melakukan hijrah.
  3. Sebelum berhijrah korban diharuskan memberikan sedekah. Sedekah ini di doktrin untuk membersihkan dosanya. Nilainya bervariasi mulai Rp 100rb sampai Rp 10 juta. tergantung tingkat ekonomi korban.
  4. Setelah siap berhijrah, korban dijemput ditempat yang sudah ditentukan, seperti di mall, di halte, toko buku, dsb. Kemudian berangkat dengan mata tertutup.
  5. Saat sampai di tempat transit, korban di bina dan di doktrin. Kemudian dibawa dan ketempat lain dan di doktrin secara marathon.
  6. Akibat doktrin-doktrin tersebut ketika sampai di tempat tujuan, sang korban meminta agar diterima menjadi warga NII.
  7. Korban pun diterima menjadi anggota dan di baiat (di sumpah) dengan 9 poin.
  8. Setelah di baiat korban akan berganti nama. Sampai disini prekrutan selesai.
  9. Korban dikembalikan ketempat semula saat pertama kali dilakukan penjemputan. Namun tidak berhenti sampai disini karena pembinaan masih terus berlangsung.
    1. B.     FAKTOR PENYEBAB

Salah satu penyebab  banyaknya mahasiswa direkrut masuk NII karena kurangnya pemahaman mereka terhadap ajaran Islam yang sebenarnya dan menilai sesuatu itu hanya dari satu sudut pandang. Serta sangat mudahnya terpengaruh oleh hasutan orang-orang yang baru dikenal sehingga mudah terpengaruh pada apa yang disebut jihad bagi orang-orang NII.

 

 

  1. C.    MASALAH YANG DITIMBULKAN DARI ADANYA ORGANISASI NII
  2. a.      Melanggar Syariat Islam

NII mengkafirkan orang lain selain darinya. Ini tentu saja bertentangan dengan Al-Qur’an dan sunnah, karena kita tidak boleh mengkafirkan orang lain yang belum jelas kekafirannya. Melanggar syariat Islam ini yang paling berbahaya, mereka menghalalkan segala cara asal kepentingannya terpenuhi. NII ini memperbolehkan anggotanya untuk mencuri, melawan kepada orang tua, berbohong, ini jelas bertentangan dengan syariat Islam.

  1. b.      Melawan Aturan Pemerintah

NII ini ingin membentuk negara baru. Negara Indonesia ini ingin digantikan dengan Negara Islam Indonesia. Tentu saja ini bertentangan dengan prinsip dasar negara kita yaitu Pancasila.

  1. c.       Melawan Orangtua

Keberadaan NII telah meresahkan banyak pihak termasuk para orang tua. NII bisa membuat perilaku seseorang berubah drastis dan cenderung berani melawan orang tua seperti membantah nasehat orang tua, tidak mau menuruti perkataan orang tua, cenderung tertutup, pergi dari rumah, berbuat sesukanya sendiri tak peduli akibat perbuatannya itu merepotkan orang tua, dan membatasi diri berinteraksi dengan orang lain.

Organisasi NII ini mengharuskan anggotanya untuk bayar yang berkedok jihad dalam membelanjakan harta. Orang-orang yang sudah terpengaruhi oleh organisasi ini, akan menghalalkan segala cara untuk pengumpulan dana, khususnya mahasiswa, mereka akan membohongi orang tua dan tidak memuliakannya karena butuh uang untuk dana bulanan dan tahunan yang dianjurkan NII.

 

  1. d.      Menculik atau Menghipnotis

Banyak dugaan muncul tentang metode mencuci otak, ada yang menggunakan hipnotis dan ilmu hitam. Metode yang dilakukan untuk perekrutan anggotanya NII dilakukan dengan cara penghipnotisan karena korbannya menjadi linglung dan tidak bisa mengingat-ingat peristiwa sebelumnya dan membutuhkan waktu untuk memulihkannya kembali.

Tidak sedikit masyarakat awam terhipnotis dengan hasutan-hasutan aliran NII, bahkan ada yang sampai meninggalkan semua aktifitas dan orang-orang di sekitarnya bahkan mengorbankan keluarganya sendiri.

  1. e.       Mencuri

NII bisa membuat perilaku seseorang berubah dan cenderung berani melawan orang-orang yang tidak sealiran dengan mereka, orang-orang yang tidak sealiran dengan mereka dianggap kafir. Jadi tidaklah masalah mencuri dan berbohong kepada orang tua untuk mendapatkan target uang sebelum di baiat (masuk resmi menjadi anggota NII). Karena terdesak di tuntut untuk mengumpulkan sejumlah uang dan tidak ada jalan lain untuk memudahkan mendapatkan uang selain dengan cara yang tidak baik. Karena di dalam NII ini tidak mengenal baik atau buruk yang terpenting adalah dapat tercapai target dengan cepat sejumlah uang yang telah disepakatinya.

  1. f.       Meninggalkan Kuliah

Banyak mahasiswa-mahasiswa yang terhasut dan terpengaruhi oleh ajakan-ajakan dari aliran NII tersebut, karena NII sedikit banyaknya telah banyak merekrut anggota-anggota baru di kalangan mahasiswa. Program-program yang bertopengkan jihad tersebut banyak menyita waktu, uang, dan tenaga. Maka banyak mahasiswa-mahasiswa yang terkadang harus bolos dan meninggalkan kuliah demi menjalankan jihadnya yang dikatakan oleh NII yaitu sebagai program NII.

 

  1. g.      Tidak peduli dengan masyarakat sekitar di luar lingkungannya

Anggota NII ini lebih tertutup dengan masyarakat dan terkesan menutup-nutupi kegiatan-kegiatan mereka dengan cara melakukan kegiatan di tempat rahasia. Mereka juga jarang berkomunikasi dengan tetangga dan bagi mahasiswa mereka jarang pulang ke rumah orang tua karena sibuk dengan kegiatan organisasinya. Anggota NII juga tidak tahu manahu kegiatan yang dilakukan masyarakat sekitar, tidak bertegur sapa (individualisme), ada yang mengingatkan bahwa NII itu salah, mereka tidak mengindahkan nasihat itu.

  1. h.      Mementingkan kelompok sendiri

Anggota NII mengklaim bahwa kelompok mereka itu paling benar dan mereka tidak peduli dengan kelompok lain. Mereka juga rela berkorban untuk kelangsungan organisasi ini dan sangat menyanjung ketua organisasi mereka. Serta mereka juga mengumpulkan uang sebanyak banyaknya untuk kelompok mereka sendiri. Kalau kelompok ini ada yang mengganggu, mereka solid untuk melawan.

  1. i.        Menghasut dan Memprovokasi

Penghasutan dan pemprovokasian ini merupakan salah satu cara aliran NII untuk merekrut anggotanya, mereka terpengaruh dengan embel-embel “Jihad” di jalan Allah Swt. Mereka memengaruhi anak-anak muda yang sering mangkal di mal-mal dan di tempat-tempat umum lain seperti kampus dan tempat-tempat pertunjukan. Mereka dibawa ke suatu tempat dengan mata ditutup hingga tidak tahu alamat itu di mana. Mereka di karantina dengan pengawasan ketat sampai betul-betul dianggap lulus untuk bersosialisasi dengan masyarakat. Mereka tidak peduli lagi kelanjutan kuliah, status kepegawaian, dan rela meninggalkan keluarga terdekat yang dianggap sebagai kafir dan thagut.

 

 

  1. D.    SOLUSI UNTUK MENGATASI MASALAH-MASALAH YANG DITIMBULKAN DARI NII
  2. a.      Kembali kepada ajaran agama Islam.

Alasan kenapa kita harus kembali kepada agama adalah karena agama adalah norma yang mengatur kehidupan manusia secara detail yang berasal dari peraturan kitab suci melalui wahyu yang diturunkan kepada nabi dan rosul berdasarkan atas agama atau kepercayaannya masing-masing.

Langkah-langkah yang bisa dilakukan agar kita bisa mencegah NII dan mengenal Islam yang sebenarnya, yaitu :

a)      Pihak kampus lebih meningkatkan pengawasan, karena kadang-kadang kita percaya mahasiswa kita pengajian itu bagus. Tapi kita tidak sampai menyentuh siapa yang memberi/memimpin pengajian itu, kira-kira apa yang diajarkan disana.

b)      Untuk tindakan pencegahan, dengan memperluas peran dosen, pembimbing bukan hanya dalam hal akademik tapi hal-hal yang berkaitan dengan aktivitas dan pelajaran yang dapat membimbing mahasiswa supaya tidak goyah imannya.

c)      Memberikan sosialisasi kepada masyarakat agar mengerti tentang akidah Islam yang sebenarnya.

d)     Memberikan pemahaman Islam yang benar kepada mahasiswa agar punya keimanan, agar tidak bisa dipengaruhi akidah Islamnya oleh NII.

 

  1. b.      Mentaati aturan pemerintah serta harus mempunyai rasa nasionalisme yang tinggi

Kenapa kita harus mentaati aturan pemerintah karena NII adalah negara yang berlandaskan agama, Dari sudut filosofis-sistemik, NII bertentangan dengan Pancasila dan UUD 1945, yang menjamin kebhinekaan agama, suku, dan bahasa. NKRI adalah negara Pancasila, sementara NII adalah negara agama. Di dalam Negara Indonesia ini sudah di atur dengan baik norma dan undang-undang bahkan sila yang pertama adalah ketuhanan yang maha esa.

Diantaranya yang bisa dilakukan masyarakat intelektual dan pemerintah untuk mencegah masuknya NII, yaitu :

a)      Kegiatan orientasi kampus menanamkan nilai-nilai pancasila, muatan kurikulum yang meningkatkan pemahaman tentang pancasila, NKRI, Bhineka Tunggal Ika, UUD, serta konstitusi negara, serta ada alokasi kuliah umum dari instansi pemerintah.

b)      Pemberdayaan organisasi kemahasiswaan seperti BEM, menwa, pramuka, dll perlu kita berdayakan, kegiatan diluar kampus/ekstra kurikuler, peran tokoh masyarakat dilingkungan pemukiman mahasiswa, serta Polri yang bekerjasama dengan beberapa pihak termasuk lurah yang di tempat-tempat kos.

c)      Meningkatkan peran pembantu rektor, pembantu dekan bidang kemahasiswaan dalam bidang pengawasan, pembentukan dan memaksimalkan wadah rehabilitasi bagi korban NII.

d)     Para dosen agar mengamati para mahasiswa. Jika kemarin-kemarin rajin kuliah tapi sekarang sering tidak kuliah, mahasiswa ini perlu diamati. Bisa jadi mahasiswa tersebut sudah terkena rekruitmen. Ini patut menjadi perhatian kita semua supaya jangan sampai meluas lagi.

 

  1. c.       Lebih terbuka dengan orang tua dan menghormati orangtua.

Pola asuh orang tua dalam keluarga sangat mempengaruhi perkembangan dan kepribadian anak karena orang tua merupakan figur pelindung, pemberi dan pemerhati sekaligus role model bagi anak. Dalam kesehariannya, anak-anak tidak hanya membutuhkan figur orang tua. Anak-anak juga membutuhkan sosok sahabat yang bisa menjadi partner dalam dunianya, sehingga ia merasa senang, ceria dan nyaman dengan diri dan lingkungannya. Sebagai orang terdekat anak, orang tua harus bisa berperan, memposisikan diri sebagai sahabat bagi anak.

Sahabat merupakan kebutuhan sekaligus keinginan setiap manusia karena secara alami dan naluriah, manusia membutuhkan orang lain untuk saling memberi, saling mengerti, saling berbagi, saling mengisi dan melengkapi. Dalam persahabatan ada kepercayaan, kebersamaan, kepedulian dan kedekatan hubungan, tanpa mengesampingkan pemahaman dan penerimaan atas kelebihan dan kekurangan sahabatnya.

Cara menjadi sahabat anak

Dengan memahami hal tersebut, orang tua bisa menempatkan diri sebagai mitra sejajar, partner dan sahabat anak untuk lebih mendekatkan diri dan lebih memahami keinginan dan kebutuhan si kecil. Bagaimana cara efektif menjadi sahabat anak?

Pertama, jadilah pendengar yang baik dan aktif untuk anak, sehingga ia merasa dihargai dan dicintai. Sahabat yang baik selalu menyiapkan telinganya untuk mendengarkan sahabatnya. Berikan respon yang positif dan logis ketika anak bercerita atau curhat karena kitalah sahabat terbaik mereka. Ajukan pertanyaan-pertanyaan seputar ceritanya, tetapi jangan sampai membuat privasinya merasa terusik dan terganggu. Berikan anjuran atau pendapat yang bisa ia mengerti sebagai anak-anak, tetapi jangan menekankan keharusan yang bernada perintah atau larangan agar ia tidak merasa didikte, serta mau dan mampu berinisiatif  juga kreatif.

Kedua, libatkan diri kita dalam kegiatan dan dunia anak. Seorang sahabat akan berupaya memahami apa yang disukai dan tidak disukai sahabatnya. Sebagai sahabat, orang tua harus mampu menyelami dunia si kecil. Temani dan dampingi anak ketika bermain, pahami kebiasaan-kebiasaan yang ia lakukan saat bermain atau menonton, perhatikan kreativitasnya terhadap mainan dan ajaklah berbicara secara aktif agar kecerdasannya terstimulasi secara efektif. Hal ini memang tidak perlu dilakukan setiap saat, tetapi di saat kita bisa, manfaatkan quality time tersebut untuk lebih dekat dengan si kecil. Dengan melakukan ini, orang tua dapat memahami kelebihan dan kekurangan anak, serta tidak selalu memaksakan kehendak terhadap anak.

Ketiga, berikan pujian dan teguran secara jujur, tulus, proporsional dan rasional. Ketika anak berbuat salah, tegur ia dengan sikap tidak menghakimi. Jangan mengekspresikan kemarahan berlebihan yang akan membuatnya tertekan dan merasa direndahkan. Hal ini  akan berdampak negatif terhadap perkembangan kepribadiannya. Berikan pujian untuk setiap keberhasilan yang diraihnya agar ia merasa dihargai dan termotivasi, tetapi jangan berlebihan. Sahabat yang baik akan bersikap jujur, tidak hanya menyenangkan hati sahabatnya, tetapi juga berani menyatakan dan membantu memperbaiki kesalahan atau kekurangan sahabatnya. Sebagai sahabat dan orang terdekat, orang tua memiliki arti khusus bagi anak. Apapun yang disampaikan pasti akan mempengaruhi pikiran dan perasaannya. Karena itu, sampaikanlah kelebihan dan kekurangan anak dengan jujur, tetapi dengan cara yang membuatnya mengerti dan tidak merasa disakiti.

Keempat, berikan kepercayaan terhadap anak. Dalam persahabatan ada kepercayaan dan penghargaan atas kemampuan sahabatnya. Sesekali biarkan anak mencoba sendiri hal-hal yang ingin dilakukannya asal tidak membahayakannya, seperti mandi dan makan sendiri atau mencoba permainan baru. Cara ini dapat menumbuhkan kepercayaan dirinya, tidak selalu bergantung kepada orang lain, merasa dihargai dan bisa mandiri. Dengan penghargaan dan kepercayaan, kemampuan kreatifnya pun akan lebih berkembang.

  1. d.      Harus lebih waspada, jangan melamun di tempat umum dan selalu ingat Allah Swt.

Ketika kita sedang berada di tempat umum, alangkah lebih baik kita harus lebih waspada. Karena untuk masuk menjadi anggota NII ini, faktor keimanan seseorang tidak akan menjadi jaminan. Banyak yang menjadi anggota NII justru mereka yang memiliki keimanan yang kuat. Di sinilah kita harus selalu ingat Alloh Swt dimana pun kita berada, sehingga kita senantiasa selalu berada di dalam lindungan-Nya.

  1. e.       Jangan terprovokasi dengan ajakan untuk bayar-bayar ke aliran NII yang berkedok jihad dalam membelanjakan harta.

NII ini menghalalkan segala cara untuk merekrut anggotanya, kita lantas jangan terprovokasi dengan ajakan untuk bayar-bayar ke aliran NII yang berkedok jihad dalam membelanjakan harta. Ketika kita sudah mengira bahwa hal tersebut adalah ajaran yang salah, lebih baik kita harus segera mundur dari orang-orang yang mendoktrin kita untuk masuk menjadi anggota NII.

  1. f.       Harus mempunyai skala prioritas, bahwa kuliah itu lebih penting daripada mengikuti organisasi semacam NII ini.

Bagaimanapun kita sebagai mahasiswa yang tugasnya adalah kuliah, kita harus tetap memegang prinsip tersebut. Karena kita jauh dari orang tua kita harus bisa mengatur diri sendiri dan lebih mementingkan kuliah daripada mengikuti organisasi yang salah.

  1. g.      Lebih bersosialisasi dengan orang-orang sekitar
  2. h.      Kembali kepada keluarga.
  3. i.        Teguh hati dan kuat iman untuk tidak terlalu percaya sama orang yang baru saja dikenal sehingga tidak mudah terpengaruh dengan organisasi NII tersebut.

Dalam mengatasi organisasi NII ini perlu diadakannya kerjasama antara keluarga, pemerintah, juga instansi dimana orang tersebut belajar atau bekerja. Salah satu langkah yang harus ditempuh oleh pemerintah dan instansi adalah :

  1. Pemerintah harus melakukan langkah eliminasi, bahkan likuidasi terhadap gerakan tersebut.
  2. Organisasi kemahasiswaan di tingkat fakultas dan juga universitas, juga didorong untuk lebih proaktif dalam pengawasan dan meningkatkan antisipasi terhadap gerakan NII.

 

 

  1. E.     UPAYA YANG DILAKUKAN UNTUK MENGATASI NII

Upaya untuk mengatasi kelompok NII dapat dipikirkan sejumlah alternatif sebagai berikut. Pertama, di level pimpinan Ormas Islam seperti NU dan Muhammadiyah, tokoh masyarakat, termasuk pemerintah, harus lebih berkonsentrasi merangkul warga umat mainstream agar tidak mudah menyempal. Caranya, antara lain terus menerus melancarkan dakwah yang mencerahkan kepada mereka.

Kedua, di level masyarakat masing-masing orang tua/wali harus lebih ekstra hati-hati mengawasi pergaulan anak-anak dengan memperhatikan perilaku dan gerak-gerik. Jika ada kelainan, sebaiknya sesegera mungkin pendekatan atau mengonsultasikan anak yang bersangkutan ke pihak terkait.

Ketiga, pimpinan sekolah dan kampus sebaiknya lebih mengawasi kelompok-kelompok yang disinyalir mencurigakan. Sebaiknya aktivitas organisasi formal kampus, baik intra maupun ekstra, lebih aktifkan kembali, yang akhir-akhir ini cenderung melemah.

Keempat, di level pihak berwajib seperti polisi, BIN, BNPT, Kejaksaan, termasuk aparat kementerian terkait seperti Kementerian Dalam Negeri, dan Kementerian Agama, sudah saatnya bertindak lebih proaktif. Dengan menggunakan momentum sekarang ini untuk menumpas seluruh jaringan NII.

Kelima, bagi anggota NII, baik yang sudah bertaubat atau yang masih ragu bertaubat sesegera mungkin dicarikan jalan keluar untuk menyekolahkan kembali yang sudah terlanjur drop out. Mencarikan peluang kerja bagi mereka yang ter-PHK, yang belum bekerja, dan yang lebih penting rebrainwashing, mungkin dengan cara “menyekolahkan kembali” atau menampung di tempat transito untuk membersihkan memori ke-NII oleh suatu lembaga profesional dan credible.

Keenam, bagi yang telah berjasa mengungkap kasus besar ini terus menerus mengungkapkan ke dalam masyarakat bahwa NII adalah ideologi yang menyesatkan dan tidak layak. Bahkan tidak berhak sama sekali mengatasnamakan diri sebagai gerakan Islam. Ketujuh, mengubah kurikulum dasar tentang pelajaran agama di sekolah atau di kampus. Sebaiknya lebih profesional dan konperhensif. Jangan karena ada suatu gejala lantas kurikulum terus diubah, nanti bangsa kita repot tidak punya visi, kepribadian, dan karakteristik tersendiri.

Terakhir, para pimpinan dan kelompok NII aktif, sebaiknya sesegera mungkin melakukan pertobatan nasional kepada Tuhan dan negara. Para pimpinan dan anggota NII dapat dipertimbangkan keringanan hukuman atau dimaafkan. Negara juga tidak repot menyiapkan kamar penjara untuk ratusan ribu orang.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB IV

PENUTUP

  1. a.      Kesimpulan

DEFINISI NEGARA ISLAM INDONESIA

Negara Islam Indonesia (NII) atau dikenal dengan nama Darul Islam (Rumah Islam). NII adalah pergerakan politik yang berdiri pada tanggal 7 agustus 1949 (12 Syawal 1368H) di Desa Cisampah, Ciawiligar, Tasikmalaya, Jawa Barat. Pendirinya adalah Sekarmadji Maridjan Kartosoewirjo.

Tujuan NII adalah menjadikan Indonesia yang saat itu baru saja merdeka sebagai Negara Islam. Dalam proklamasi NII ‘hukum islam’ adalah hukum yang berlaku. Dalam undang-undang NII dinyatakan dengan tegas “Negara berdasarkan Islam”.

FAKTOR PENYEBAB

Salah satu penyebab  banyaknya mahasiswa direkrut masuk NII karena kurangnya pemahaman mereka terhadap ajaran Islam yang sebenarnya dan menilai sesuatu itu hanya dari sudut pandang yang satu.

MASALAH YANG DITIMBULKAN DARI ADANYA ORGANISASI NII

  1. Melanggar Syariat Islam
  2. Melawan Aturan Pemerintah
  3. Melawan Orangtua
  4. Menculik atau Menghipnotis
  5. Mencuri
  6. Meninggalkan Kuliah
  7. Tidak peduli dengan masyarakat sekitar di luar lingkungannya
  8. Mementingkan kelompok sendiri
  9. Menghasut dan Memprovokasi

SOLUSI UNTUK MENGATASI MASALAH-MASALAH YANG DITIMBULKAN DARI NII

  1. Kembali kepada ajaran agama Islam.
  2. Mentaati aturan pemerintah serta harus mempunyai rasa nasionalisme yang tinggi
  3. Lebih terbuka dengan orang tua dan menghormati orangtua.
  4. Harus lebih waspada, jangan melamun di tempat umum dan selalu ingat Allah Swt.
  5. Jangan terprovokasi dengan ajakan untuk bayar-bayar ke aliran NII yang berkedok jihad dalam membelanjakan harta.
  6. Harus mempunyai skala prioritas, bahwa kuliah itu lebih penting daripada mengikuti organisasi semacam NII ini.
  7. Lebih bersosialisasi dengan orang-orang sekitar
  8. Kembali kepada keluarga.
  9. Teguh hati dan kuat iman untuk tidak terlalu percaya sama orang yang baru saja dikenal sehingga tidak mudah terpengaruh dengan organisasi NII tersebut.

UPAYA UNTUK MENGATASI NII

  1. Di level pimpinan Ormas Islam seperti NU dan Muhammadiyah, tokoh masyarakat, termasuk pemerintah, harus lebih berkonsentrasi merangkul warga umat mainstream agar tidak mudah menyempal.
  2. Di level masyarakat masing-masing orang tua/wali harus lebih ekstra hati-hati mengawasi pergaulan anak-anak dengan memperhatikan perilaku dan gerak-gerik.
  3. Pimpinan sekolah dan kampus sebaiknya lebih mengawasi kelompok-kelompok yang disinyalir mencurigakan.
  4. Di level pihak berwajib seperti polisi, BIN, BNPT, Kejaksaan, termasuk aparat kementerian terkait seperti Kementerian Dalam Negeri, dan Kementerian Agama, sudah saatnya bertindak lebih proaktif.
  5. Bagi anggota NII, baik yang sudah bertaubat atau yang masih ragu bertaubat sesegera mungkin dicarikan jalan keluar untuk menyekolahkan kembali yang sudah terlanjur drop out.
  6. Bagi yang telah berjasa mengungkap kasus besar ini terus menerus mengungkapkan ke dalam masyarakat bahwa NII adalah ideologi yang menyesatkan dan tidak layak.
  7. Para pimpinan dan kelompok NII aktif, sebaiknya sesegera mungkin melakukan pertobatan nasional kepada Tuhan dan negara.
  8. b.      Saran

NII DAPAT MENYEBABKAN SERANGAN JANTUNG, GANGGUAN MENTAL, BANYAK UTANG, DAN KEBANGKRUTAN MASAL… WASPADALAH … WASPADALAH

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

DAFTAR PUSTAKA

http://marhenyantoz.wordpress.com/2011/04/23/hasil-penelitian-tim-mui-tentang-nii-al-zaytun-nii-kw-9-berkaitan-ajarannya-menyimpang/

http://nasional.jurnas.com/halaman/1/2011-05-06/168849

http://nasional.jurnas.com/halaman/6/2011-05-02/168282

http://nii-crisis-center.com/home/component/content/article/25-the-project/190-sop.html

http://www.suara-islam.com/news/berita/nasional/2609-fuui-mahasiswa-itb-paling-banyak-direkrut-nii

http://www.ingateros.com/2011/04/hati-hati-ancaman-penipuan-berkedok-aliran-nii.html

http://www.ziddu.com/download/14681870/BahayaAliranIslamSesatNIIKW9AlZaytun.odt.html

http://id.wikipedia.org/wiki/Negara_Islam_Indonesia

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Lampiran

Pertanyaan-pertanyaan

Ajeng Ginanjar                         Awal mula berdirinya NII, Apakah yang menjadi anggota NII itu kurang memahami Islam atau ada pihak lain?

Hamka Mujjahid M                  Ilmu Islam itu bercabang-cabang, seperti fiqih, tauhid, dll. Apa yang di kaji oleh NII, apa hanya doktrin-doktrin saja?

Agung Wiradimadja                 Mengapa NII ini sangat sulit dicari pelakunya sehingga bisa menyulitkan penyelidikan?

Dena Yemin Meisendi              Mengapa perkembangan NII yang bergerak di bawah tanah lebih cepat menyebar?

                                                  Bagaimana menyadarkan orang yang akan mendoktrin kita untuk masuk kedalam organisasi NII?

CONTOH KASUS

Rabu, 27 April 2011 08:27

Jakarta- Laila Febriani alias Lian ditemukan dalam kondisi hilang ingatan di Masjid At-Taawun, Puncak, Bogor. Tanpa identitas diri. Ia diduga jadi korban cuci otak oknum Negara Islam Indonesia (NII).

Namun, polisi kesulitan mengungkap kasus Lian. Sebab, secara psikologis ia masih belum stabil. Sikap serupa juga ditunjukkan para mahasiswa Malang, Jawa Timur yang dikabarkan dicuci otak NII. Meski pulang ke rumah, mereka menjadi tertutup dan tak mau banyak bicara.

Pengamat terorisme sekaligus mantan anggota NII, Al Chaidar, memahami perasaan Lian dan para mahasiswa yang belajar di Malang itu. Sebab, setelah direkrut, “Mereka dikarantina, dicuci otak, dan diancam jika memberitahu orang lain. Seperti Lian, ia nggak berani bicara,” kata Al Chaidar saat dihubungi VIVAnews.com, Selasa 26 April 2011 malam.

Ditambahkan Al Chaidar, setiap orang yang keluar dari NII pasti menerima ancaman. Begitu juga saat dia memutuskan keluar pada 1996. “Ancamannya akan dibunuh, dikejar ke mana pun. Namun, ancaman itu belum pernah kejadian,” tambah dia.

Al Chaidar mengaku pernah bergabung dengan NII Azaytun KW9 dari 1991 hingga 1996. Ia sempat menduduki jabatan bupati NII. Ia mengaku, informasi yang beredar soal keburukan NII selama ini sebagian besar benar. Namun, ia menekankan, NII yang dimaksud adalah yang palsu alias gadungan.

Untuk menghindari jerat NII gadungan, Al Chaidar punya tips. “Harus dihidupkan iklim diskusi yang bebas, spontan, agar orang tak mudah sekali diindoktrinasi, dicekoki pemikiran tertentu,” kata dia.

Dia menjelaskan, selama ini yang memonopoli pemikiran soal jihad, politik Islam, hanya gerakan radikal. Alangkah baiknya jika ruang untuk berdialog soal itu dibuka. “Ada liberalisasi, kemudian berikan wacana multikulturalisme, bahwa ada kelompok-kelompok lain yang berbeda cara berpikir, juga beragama lain,” tuturnya.(vivanews.com)

Hasil penelitian tim MUI tentang NII Al-zaytun NII kw-9 berkaitan ajarannya yang menyimpang

  1. Ditemukan indikasi kuat adanya relasi (hubungan) antara ma’had Al-Zaytun (MAZ) dengan organisasi NII KW IX. Hubungan tersebut bersifat historis, finansial, dan kepemimpinan.

Hubungan historis: kelahiran MAZ memiliki hubungan historis dengan organisasi NII KW IX.

Hubungan finansial: adanya aliran dana dari anggota dan aparat teritorial NII KW IX yang menjadi sumber dana signifikan bagi kelahiran dan perkembangan MAZ.

Hubungan kepemimpinan: kepemimpinan di MAZ terkait dengan kepemimpinan di organisasi NII KW IX, terutama pada figur AS Panji Gumilang dan sebagai pengurus yayasan.

  1. Terdapat penyimpangan paham dan ajaran Islam yang dipraktikkan organisasi NII KW IX. Penyimpangan-penyimpangan yang terjadi antara lain dalam hal mobilisasi dana yang mengatasnamakan ajaran Islam yang diselewengkan, penafsiran ayat-ayat Alquran yang menyimpang dan mengafirkan kelompok di luar organisasi mereka.
  2. Ditemukan adanya indikasi penyimpangan paham keagamaan dalam masalah zakat fitrah dan kurban yang diterapkan pimpinan MAZ, sebagaimana dimuat dalam majalah Al-Zaytun.
  3. Persoalan Al-Zaytun terletak pada aspek kepemimpinan yang kontroversial (AS Panji Gumilang dan sejumlah pengurus yayasan) yang terkait dengan organisasi NII KW IX.
  4. Ada indikasi keterkaitan sebagian koordinator wilayah yang bertugas sebagai tempat rekrutmen santri MAZ dengan organisasi NII KW IX.

Berdasarkan kesimpulan di atas, Tim MUI merekomendasikan beberapa hal kepada Pimpinan Harian MUI:

  1. Memanggil pimpinan MAZ untuk dimintai klarifikasi atas temuan-temuan yang didapat dari investigasi Tim Peneliti MAZ MUI.
  2. Dikarenakan persoalan mendasar MAZ terletak pada kepemimpinannya, diharapkan Pimpinan Harian MUI dapat mengambil inisiatif dan langkah-langkah konkret untuk membenahi masalah kepemimpinan di MAZ.
  3. Pimpinan Harian MUI agar mengambil keputusan yang sangat bijak dan arif menyelamatkan pondok pesantren Al-Zaytundengan berdasarkan pada prinsip kemaslahatan umat.

 

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s