Pendidikan, Kurikulum dan Belajar


Pendidikan merupakan bagian integral dalam pembangunan. Pendidikan adalah usaha sadar untuk menyiapkan peserta didik  melalui kegiatan bimbingan, pengajaran, dan/ latihan bagi peranannya dimasa yang akan datang. Tujuan pendidikan adalah seperangkat hasil pendidikan yang tercapai oleh peserta didik setelah diselenggarakannya kegiatan pendidikan. Tujuan pendidikan tersusun secara bertingkat yang terdiri dari tujuan pendidikan nasional, tujuan intitusional, tujuan kurikuler, dan tujuan pembelajaran. Tujuan pendidikan nasional telah ditetappkan dalam Undang-undang No.2 Tahun 1989 tentang sistem pendidikan nasional. Peserta didik adalah komponen masukan dalam proses pendidikan sebagai suatu organisme yang hidup, memiliki potensi untuk berkembang, yang memerlukan lingkungan dan arah tertentu sehingga membutuhkan bimbingan dan pembelajaran. Peserta didik dapat dapat ditinjau dariberbagai segi, yakni segi pendekatan sosial, pendekatan psikologis, dan pendekatan edukatif/pedagogis. Tenaga kependidikan adalah suatu komponen yang bertugas menyelenggarakan kegiatan belajar mengajar, bimbingan, melatih, mengelola, meneliti damn mengembangkan serta memberikan pelayanan teknik. Guru sebagai tenaga kependidikan memiliki tugas pokok melaksanakan proses belajar mengajar . karena itu, setiap guru harus memiliki wewenang dan kemampuan profesional, kepribadian, dan kemasyarakatn. Konsep pengajaran hampir sama artinya dengan konsep pembelajaran. Pembelajaran dianggap suatu sistem yang memiliki komponen-komponen atau langkah-langkah. Sebagai suatu sistem, pembelajaran meliputi aspek filosofis dan aspek proses.

Beberapa pengertian kurikulum yakni :

  1. Kurikulum adalah pendidikan yang harus ditempuh oleh siswa dalam jangka waktu tertentu untuk memperoleh ijazah.
  2. Kurikulum ialah sejumlah mata ajaran yang harus ditempuh oleh siswa untuk memperoleh pengetahuan.
  3.  Kurikulum adalah suatu program pendidikan yang disediakan untuk pembelajaran siswa.
  4. Kurikulum merupakan serangkaian pengalaman belajar.
  5. Dalam UU No.2 1989 dikemukakan, bahwa “kurikulum” adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai isi dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan belajar mengajar.

Landasan pengembangan kurikulum terdiri dari:

  1. Filsafat pendidikan yang mengandung nilai-nilai dan cita-cita masyarakat tentang manusia yang ideal, dan merupakan sumber tujuan pendidikan.
    1. Lingkungan merupakan suatu ekosistem yang meliputi lingkungan manusiawi , lingkungan sosio kultural , lingkungan biologis, dan lingkungan geografis.
    2. Kebutuhan pembangunan tersirat dalam tujuan pembangunan nasional , yakni mengembangkan sumber daya manusia yang berkualitas dan pembangunan ekonomi yang dalam upaya mewujudkan masyarakat yang sejahtera , adil dan merata, mandiri, maju dan tangguh.
    3. Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi berada dalam keseimbangan yang dinamis dan efektif, dengan pembinaan sumber daya manusia tertuju pada peningkatan kualitas, selaras dengan nilai-nilai, berpijak pada peningkatan produktivitas, efisiensi dan efektivitas.

Kurikulum memiliki komponen-komponen :

  1. Tujuan kurikulum yang bersumber pada tujuan pendidikan nasional,
  2. Materi kurikulum adalah isi kurikulum berupa bahan kajian dan pelajaran,
  3. Metode atau cara yang digunakan untuk menyampaikan materi pelajaran ,
  4. Organisasi kurikulum yang terdiri dari mata pelajaran terpisah , mata pelajaran berkorelasi, bidang study/pengajaran, program yang berpusat pada anak, core program, dan eclectic program,
  5. Evaluasi kurikulum.

Pengembangan kurikulum berdasarkan prinsip-prinsip,

  1. Berorientasi pada tujuan,
  2. Relevansi dengan kebutuhan,
  3. Efesiensi dan efektivitas dalam pelaksanaan ,
  4. Fleksibilitas,
  5. Berkesinambungan,
  6. Keterpaduan,
  7. Bermutu.

Belajar adalam modifikasi atau memperkuat tingkah laku melalui pengalaman dan latihan. Belajar juga diartikan sebagai proses perubahan tingkah laku individu melalui interaksi dengan lingkungannya. Belajar berbeda dari kematangan, perubahan fisik dan mental yang mana perubahan yang disebabkan oleh belajar bersifat menetap secara relatif. Menurut psikologi klasik, belajar adalah suatu proses pengembangan dan latihan jiwa. Menurut psikologi daya, belajar adalah melatih daya-daya agar dapat berfungsi dengan baik. Menurut psikologi behavioristik, belajar adalah membentuk hubungan stimulus-responsdengan latihan-latihan. Menurut psikologi kognitif , belajar adalah proses-proses otak atas struktur kognitif dalam bentuk pemahaman dan pemecahan masalah. Menurut psikologi gestlat, belajar adalah akibat interaksi antara individu dengan lingkungan berdasarkan keseluruhan dan pemahaman. Unsur-unsur dinamis dalam proses belajar terdiri dari motivasi yakni dorongan untuk berbuat, bahan belajar yakni materi  yang dipelajari, alat bantu belajar yakni alat yang digunakan untuk membantu siswa melakukan kegiatan belajar, suasana belajar yakni keadaan lingkungan fisik dan psikologis yang menunjang belajar, kondisi subjek belajar ialah keadaan jasmani dan mental untuk melakukan kegiatan belajar.

 

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s