Powerfull Social studies


BAB I

PENDAHULUAN

 

1.1       Latar Belakang

Saat kita mengingat kenangan sewaktu kita masih duduk di Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertam (SMP), kenangan apa yang paling pertama mucul ketika kita berfikir soal pelajaran IPS?.  Para calon guru dan guru biasanya melakukan hal seperti :

  1. Bagian-bagian dari suatu negara

Setiap bulannya, kita mempelajari macam-macam negara, mengatur kelompok untuk mendiskusikan negara tersebut dan yang lainnya merespon semua tentang bagian-bagian dari negara tersebut. Seperti lokasi negara, budaya, kependudukan, sumber daya alam dan lain-lain.

  1. Mengingat Negara dan Ibukotanya

Membuka peta dan menunjukan ibokota dari suatu negara. Ini akan mempermudah untung mengingatnya daripada hanya menghafal teks, tanpa mengetahui lokasi ibukota di suatu negara.

  1. Kunjungan Lapangan

Setiap sekolah biasanya melakukan kunjungan lapangan atau study tour. Untuk menunjang kegiatan belajar. Kunjungan lapangan bisa ke tempat-tempat seperti pabrik, museum, alam terbuka dan lainnya. Biasanya setelah kunjungan lapangan dilaksanakan, siswa ditugaskan untuk membuat laporan tertulis, mengisi lembar kerja, menjawab pertanyaan, mendiskusikan, dan adapula yang bermain peran.

Ilmu Pengetahuan Sosial mampu menarik perhatian siswa begitu dalam selama puluhan tahun, siswa biasanya akan selalu mengingat tentang kegiatan sosial yang mereka telah lakukan. Perhatian akan kenangan yang paling positif terjadi ketika pikiran siswa terlibat aktif dalam membangun pengetahuan baru atau merevisi pengetahuan yang mereka sudah memiliki.

            Jadi, apa yang kita ingat selama duduk di bangku SD dan SMP merupakan pengalaman baru, itulah yang menyebabkan kita selalu mengingatnya. Pengalaman belajar yang menarik dan tidak membosankan membuat siswa merasa lebih nyaman untuk belajar. Hal ini juga berimbas kepada penyerapan informasi dengan cepat dan tidak mudah untuk dilupakan begitu saja.

1.2       Rumusan Masalah

            Berdasarkan pengalaman di bangku Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang berkaitan dengan IPS, maka muncul pertanyaan :

  1. Apa itu Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS)?
  2. Mengapa IPS termasuk kedalam multidisiplin?
  3. Sumber-sumber apa yang mengisi IPS?
  4. Apa karaktersistik dari IPS?
  5. Bagaimana format pengajaran IPS?

1.3       Tujuan

            Adapun tujuan dari penyusunan makalah ini, diantaranya adalah :

  1. Memberikan informasi kepada mahasiswa jurusan Pendidikan IPS berkaitan dengan mata kuliah Belajar dan Pembelajaran IPS.
  2. Mempermudah mahasiswa memahami materi yang didapat dari buku berbahasa asing.
  3. Sebagai bahan presentasi dan diskusi kelompok.
  4. Memenuhin tugas kelompok mata kuliah Belajar dan Pembelajaran IPS.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB II

PEMBAHASAN

 

2.1       IPS di Sekolah Dasar dan Menengah Pertama

            Pengrefelksian pribadi adalah hal yang sangat membantu dalam pengajaran, juga membantu dalam menyampaikan ide-ide pokok yang melandasi pembelajaran. Hal ini juga sangat membantu dalam membandingkan pengetahuan yang telah dikuasai dengan ide-ide yang baru. Perbandingan ini membantu untuk memahami efektifitas pembelajaran IPS. Kebanyakan berasal dari pengalaman hidup dan hubungan sosial yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari. Refelksikan pengalaman-pengalaman, pengamatan anda dan bicarakan dengan siswa. Dengan begitu kita dapat memahami sifat dari kehidupan sosial dan bagaimana kita mendatangkan arti dari semua yang kita amati dan dengar. Contohnya, bayangkan siswa berada dalam sebuah pusat perbelanjaan dan kita meminta dia menemuka sebuat toko mainan dengan cara melihat peta ruangan. Atau, bisa juga mengajukan pertanyaan sederhanan tentang hubungan keseharian siswa dengan keluarganya.

            Pertanyaan pembuka seperti itu akan menjadi gerbang untuk membuka wawasan siswa akan kehidupan sosialnya. Dengan begitu kita dapat melatih cara siswa berbahasa, membaca, menghitung dan menyelidiki bagaimana kehidupan sosial mereka.

 

2.2       Membangun diatas Keberagaman

            Pembelajaran IPS yang bermakna. Setiap siswa membawa pengalaman pribadi yang unik ke dalam kelas, perbedaan cara pandang tentang dunia, dan beragam ide-ide tentang bagai mana cara berperilaku. Setiap siswa cendrung memiliki perbedaaan cara belajar. Beberapa siswa sangat baik dalam mendengarkan (audio), sebagian lagi sangat baik dalam belajar secara visual (melihat). Ada pula siswa yang harus berpergian kemana-mana untuk belajar, dan ada pula yang tidak mau untuk keluar dari komunitasnya. Siswa berasal dari bermacam-macam keluarga, keluarga yang utuh, keluarga yang bercerai berai, keluarga angkat dan lainnya.

            Keberagaman yang ditemukan di kelas sangatlah banyak, walaupun kelas tersebut merupakan bagian dari sebuah masyarakat desa yang sangat kecil atau hanya mencakup masyarakat etnik terdekat di kota besar. Keberagaman di sekitar seperti menjadi sumber dan papan tulis dalam pengalaman bermakna di IPS. Ketika seorang guru membangun keberagaman dari murid-muridnya, IPS merupakan pelajaran yang personal, relvan, dan penting. Dengan begitu siswa akan menemukan banyak hal dari keanekaragaman, menghargainya, rencana dan tujuan.

            IPS akan menjadi kuat apabila, bermakna, integratif, berdasarkan pada nilai, menantang dan aktif (National Council for the Social Studies, 1994). National Council for the Social Studies atau NCSS menggambarkan pandangan akan kekuatan belajar dan pembelajaran IPS pada tahun 1992, menetapkan pernyataan ringkas bahwa, pembelajaran IPS adalah pembangunan bermakna pribadi siswa yang berdasarkan dari materi-materi yang dikumpulkan melalui indera dan dari interaksi sosial dengan orang lain yang ditafsirkan dalam hal pengetahuan siswa akan kehidupan sosial (Scheurman & Newman, 1998; Sunal, Sunal & Haas, 1996)

             

 

Diagram 2.1 : Powerful IPS

 

Pandangan bahwa siswa membangun pengetahuan mereka sendiri memiliki implikasi besar untuk pendidikan ilmu-ilmu sosial. Siswa harus memiliki informasi untuk bertindak berdasarkan bukti-bukti yang dikembangkan melalui pengalaman mereka sendiri yang dapat berhubungan dengan gagasan dan keterampilan yang diajarkan. Siswa mengumpulkan bukti ini dengan membuat pengamatan, dan berinteraksi dengan, orang, bahan-bahan pendidikan, dan objek. Siswa yang berpikir tentang informasi, akan menghubungkannya dengan pengalaman mereka dan pengetahuan sebelumnya. Mereka menganggap informasi yang mereka peroleh dengan menggunakan cara seperti biasa. Mereka membuat prediksi dan menghadapi tantagannya. Tantangan untuk berpikir seperti cara kita sekarang berpikir bahwa kita akan menghasilkan ide-ide yang baru (Sunal, Sunal, & Haas, 1996).

 

Model Pembelajaran IPS yang Bermakna

 

Siswa harus mengklasifikasikan dan memngambarkan materi, pengalaman dan informasi yang mereka dapat. Seringkali siswa ragu akan kemampuan mereka mengerjakan tugas dan merasa tidak yakin atas apa yang mereka lakukan. Namun hal tersebut akan terlupakan dan terlewati apabila mereka diberikan kegiatan yang menantang. Mereka akan mulai berfikir untuk menggabungkan pola-pola biasa yang terjadi di masa lampau dan mengkajinya kemudian mengaitkannya dengan saat ini. Sehingga siswa dapat mengambil kesimbulkan dan menghubungkannya dengan nilai-nilai yang mereka pegang, keluarga dan masyarakat.

Siswa mengintegrasikan informasi dari sumber yang bervariasi yang menampilkan beragam persvektif. Kemudian mereka membuat keputusan dan memecahkan masalah tentang apa yang mereka butuhkan dan apa yang paling penting. Sayangnya, pada saat pelajaran berlangsung di beberapa kelas tidak mengunakan gagasan ini, materi dan instruksi para ahli didik IPS. Sebagian kelas hanya mengandalkan pembelajaran berasal dari buku teks yang ada atau tidak adanya kegiatan sosial yang menunjang lembar kerja. Yang diutamakan adalah memberikan cakupan materi akan buku teks daripada belajar untuk berfikir dan memahami. Tanggung jawab penuh akan konten belajar itu terletak pada siswa. Beruntung juga masih banyak guru yang mendukung gagasan dari NCSS akan powerful IPS. Para guru memfokuskan diri kepada pembelajaran ilmu-ilmu sosial dan IPS dengan mengurangai ketergantungan akan buku teks dan mengaitkannya dengan mata pelajaran yang lain, ini disebut dengan multiple and combines teaching strategi.

 

2.3       Pendidikan untuk Keaktifan Warganegara

            Tujuan utama dari kurikulum di sekolah harus mampu memfasilitasi siswa untuk pengembangan, pengapresiasian dan pemahaman atas konsep dan proses sosial untuk melatih membuat keputusan, berpartisipasi dalam kegiatan sipil dan budaya, juga produktivitas ekonomi (NCSS 1994; National Research Council 1996).  Warga negara yang di maksud adalah warga yang berpartisipasi aktif dalam membuat keputusan di masyarakat atau nasional. Memiliki keaktifan, berarti siswa berpartisipasi untuk mengajukan pertanyaan, menjawab pertanyaan berdasarkan informasi yang berhubungan, dan bertindak menuju perubahan di kehidupan sosial sehari-hari. Sebagai masyarakat teknologi yang dinamis dan terus berubah, dengan demikian untuk pengambilan keputusan harus melihat berbagai sudut pandang. Membuat suatu kebijakan harus memiliki pengetahuan akan kontent tersebut dan mampu mengevaluasi sumber-sumber informasi. Masih banyak siswa yang terlalu terkejut akan perubahan ini saat mereka memasuki sekolah menengah pertama. Ini adalah hal yang sangat serius untung ditangani bersama.

 

            Beberapa ahli pendidikan memberikan penekanan yang lebih pada enam element pendukung berikut, diantaranya adalah ;

  1. Mengajarkan sejarah dan geografi
  2. Memahami ilmu-ilmu sosial
  3. Memfasilitasi transmisi budaya
  4. Mendukung pengembangan diri
  5. Membangun kemampuan berfikir
  6. Memberikan kesempatan untuk pemecahan masalah, pembuatan keputusan dan tindakan sosial

Beberapa elemen tersebut sangat mendukung dalam pendidikan untuk warga negara yang aktif dalam IPS.

            IPS telah disebut sebagai “penghubung yang baik” oleh Goodman and Adler (1985). Hal ini dikarenakan inti dari kurikulum SD dan SMP dapat saling dikaitkan. IPS berkaitan dengan mata pelajaran lain seperti matematika, kealaman, seni, musik, penjaskes, bahasa dan pelajaran lainnya. Beberapa hubungan merupakan yang sangat penting. Kurikulum sekolah sering menyelipkan pengetahuan yang terpisah dalam suatu matapelajaran, namun tidak sampai mengorbankan suatu mata pelajaran. IPS merupakan interdisipliner dengan pendekatan yang beragam dalam setiap isi dari ilmu-ilmu sosial dan sejarah untuk menempuh tujuan dari mempersiapkan siswa menjadi warga negara yang demokratis.

 

2.4       Pentingnya IPS

            IPS memainkan peranan yang sangat penting dalam hidup kita. Ketika IPS terdiri dari menghafal fakta-fakta, membaca buku, menonton video, menjawab pertanyaan dan mengambarkan pengetahuan yang sudah dipelajari, hal tersebut sedikitnya membantu siswa untuk memahami materi. Memahami bagaimana dan kenapa orang lain bertindak seperti apa yang mereka lakukan dan apakah perilaku tersebut baik dan layak untuk ditiru oleh siswa. Namun ketika IPS dianggap sebagian integral dari pembangunan intelektual siswa dan sebuah pengalaman yang berkaitan, maka IPS menjadi mata pelajaran yang peting dalam kurikulum sekolah.

            Ketika IPS memfokuskan kepada perhatian siswa dengan menghadaokan masalah yang sangat berkaitan dengan kehidupan sosia mereka, siswa akan dengan sendirinya mau mengamati, mengajukan pertanyaan, menggali informasi, observasi singkat dan menggambarkan gagasannya, mengajukan pendapatnya, dan melakukan perubahan tingkah laku. Ketikan siswa “melakukan” IPS, mereka menagalami perubahan kemampuan berfikir dan pengetahuan baru dari kurikulum sekolah yang mereka bangun. Sebuah pemahaman akan kehidupan sosial dan mencoba untuk memecahkan masalah mereka sendiri untuk kedepannya. IPS harus menjadi bagian penting dalam sebuah kurikulum.

 

2.5       Definisi IPS   

            Sepanjang abad terakhir, definisi IPS hanya sebagai subjek pelajaran, lalu cendrung berubah dan mengalami peningkatan dan pengembangan menjai bagaimana pengetahuan dapat bermakna untuk membangun para generasi muda dan akan-anak. Ahli ilmu sosial selalu mempertahankan akan penting nya pendidikan yang demokratis untuk generasi selanjutnya dan menganjurkan bahwa instruksi penelitian sosial harus menjadi proses aktif dimana siswa datang untuk memahami dunia sosial dan berpartisipasi sebagai warga negara dunia. Awalnya, mereka fokus melakukan hal ini melalui mempelajari sejarah peradaban barat dan geografi.

            Saat ini, definisi resmi tentang social studies atau Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) diadopsi dari pernyataan NCSS dan daftar disiplin yang memberikan kontribusi pengetahuan yang dibutuhkan oleh warga negara yang demokrasi dalam krakteristik demografi multikultural.  Jadi, social studies atau IPS adalah integrasi dari disiplin ilmu-ilmu sosial dan humaniora untuk meningkatan kemampuan warga negara. Dalam program sekolah, IPS memberikan koordinasi yang sistematis dari beberapa disiplin ilmu seperti antropologi, arkeologi, ekonomi, geografi, sejarah, hukum, filsafat, kepercayaan dan sosiologi, serta materi yang disesuaikan dari humaniora, matematika, pengetahuan alam. Tujuan pokok dari IPS adalah untuk membantu generasi muda membangun kemampuan untuk keputusan yang beralasan untuk baikan masyarakat sebagai warga negara dari masyarakat dunia, sebagai warga negara yang demokratis dari dunia mandiri. Definisi formal atas IPS, memberikan penekanan pada aspek multidisipliner ilmu sosial, dan menyatukannya menjadi kesatuan yang terpadu. Dan menurut rumusan NCSS, social studies adalah mata pelajaraan yang bersifat dasar yang ada di dalam kurikulum TK, Sekolah Dasar, dan Sekolah Menengah Pertama, tujuannya berkaitan erat dengan hakikat kewarganegaraan.

 

2.6       Kurikulum IPS

            Sejak tahun 1990, standar nasional dikembangkan untuk IPS dan bidang pendidikan lainnya. Standar ini menjelaskan :

  1. Apa yang harus diajarkan kepada siswa TK sampai kelas 12?
  2. Bagimana seharusnya mengajarkan siswa?
  3. Bagaimana mengevaluasi prestasi hasil belajar siswa?

Berdasarkan standar, terdapat 10 tema dalam materi IPS. Setiap tema berkaitan antara satu dengan yang lainnya, dari disiplin ilmu yang terdapat dalam rumpun ilmu sosial, kesepuluh tema tersebut diantaranya adalah :

  1. Culture

Manusia telah menciptakan, mempelajari dan membiasakan diri pada budaya. Kebudayaan merupakan sistem yang dinamis dari kepercayaan, nilai-nilai dan tradisi yang memerankan antara persamaan dan perbedaan. Memahami kebudayaan membantu kita untuk memehami diri sendiri dan orang lain.

  1. Times, Continuity, and Change

Manusia menggali dan memahami sejara mereka dan menempatkan diri mereka sendiri dalam waktu. Mengetahuin mereka seperti apa di masa lampau dan bagaimana sesuatu berubah dan membangun membantu kita untuk mnjawab pertanyaan penting tentang kondisi saat ini.

  1. Individu Development and Identity

Identitas pribadai terbentuk oleh budaya, kelompok, dan oleh pengaruh lembaga. Pemeriksaan berbagai perilaku bentuk perilaku manusia yang meningkatkan pemahaman tentang hubungan antar lembaga yang dibentuk, apa yang mempengaruhi mereka, dan prinsip tradisi yang mendasari tindakan mereka.

 

 

 

 

  1. Individual, Group, and Institutions

Lembaga merupakan pengaruh yang besar disekitar kita. Lembaga mengorganisir untuk meningkatkan dan mewujudkan tujuan utama. Hal ini penting bagi siswa akan cara kerja suatu lembaga dalam masyarakat, pengaruh terhadap dirinya dan kelompok.

  1. Power, Authority, and Govermance

Memahami pembangunan sebuah stuktur dari kekuatan, otoritas, dan kekuasaan, juga berkembangnya fungsi mereka untuk meningkatkan kemampuan kewarganegaraan.

  1. Production, Distribution and Consumption

Keputusan tentang pertukaran, perdagangan dan kebijakan ekonomi dan kesejahteraan ekonomi dalam lingkup masyarakat global. Dari waktu ke waktu, tempat satu dengan tempat lainnya, peran pemerintah sangat bervariasi dalam pembuatan kebijakan. Studi sistematis dalam dunia ekonomi sangat bergantung kepada teknologi dalam pengambilan keputusan.

  1. Science, Techology and Society

Sebagai upaya dalam memberikan wawasan kepata siswa secara nyata untuk mengkaji ilmu pengetahuan dalam kehidupan yang serba modern, dan memfokuskan kepada penyelesaian masalah-masalah krusial dan pengambilan tindakan secara efisien dan efektif

  1. Global Connections

Kenyataan akan hubungan dan saling ketergantungan antarorang, budaya dan bangsa. Tentang sistem global dan isu-isu global beserta pemecahannya.

  1. Civic Ideals and Practice

Semua orang memiliki peran penting dalam menjalankan tujuan-tujuan kemasyarakatan dan praktiknya dalam masyarakat sangat beragam. Serta dalam menemukan cara agar menutup segala kesenjangan dalam masyarakat.

Kompetisi standar juga dibentuk dari suatu disiplin ilmu sosial misal dari sisiplin ilmu sejarah, geografi, sosiologi dan disiplin ilmu lainnya. Namun, IPS berperan untuk mengintegrasikannya secara sistematis dan terpadu. Dari setiap standar memfokuskan diri kepada 3 hal, yaitu :

(1)   mendukung kesejahteraan umum dan masyarakat pada khususnya,

(2)   mengidentifikasi keragaman,

(3)   menerapkan keterampilan dan pengetahuan sosial, nilai-nilai demokrasi dalam tindakan sosial.

 

2.7       Pola Kurikulum IPS

            Kemungkinan pola kurikulum yang sering di pakai dalam IPS selama abad ke 20 ini adalah perkembangan dari pendekatan lingkungan (Superka, Hawke, & Morriest, 1980). Dalam pendekatan ini, murid TK memfokuskan diri pada dirinya sendiri dan keluarganya. Lalu berkembang sejalan dengan kenaikan kelas, mereka “keluar” dari dunia mereka sendiri untuk mengeksplorasi cakupan yang lebih luas dari kebudayaan dan pemerintahan. Di kelas 8, siswa belajar tentang sejarah nasional dengan lebih mendalam lagi.  Namun perkembangan ini dipertanyakan, karena pola kurikulum ini sudah dipakai untuk watu yang cukup lama. Misalnya, kurikulum untuk kelas 6 merupakan program pada tahun 1955, sedangkan untuk kelas 8 sudah bertahan dengan topik dan materi yang sama sejak 1961.

            Pertanyaan dan kritikan terus bermunculan untuk memikirkan ulang akan kurikulum IPS. Beberapa orang setuju akan kurikulum seperti ini, beberapa juga menolak berdasar kepada isi kurukulum ini yang tidak sesuai dengan kondisi saat ini. Tidak relevan dengan keadaan saat ini dimana siswa sekarang sudah mengenal internet dan membuka diri lebih luas terhadap lingkungannya.

Dibawah ini merupakan materi dari pengembangan pendekatan lingkungan di kurikulum IPS.

Grade

Materi

Taman Kanak-kanak

Diri sendiri, sekolah, kelompok, dan rumah

1

Keluarga

2

Tetangga

3

Masyarakat

4

Sejarah dan Geografi Negara

5

Sejarah Amerika

6

Kebudayaan dan Peradaban Bangsa Barat

7

Sejarah Dunia

8

Sejarah Amerika

 

Selanjutnya proyek perubahan kurikulum tahun 1960 dan 1970 menuju pemakaian pemikiran kritis, tujuan utama, dan mengunakan jasa multimedia yang sudah mulai dipakai di beberapa sekolah. The Minnesota Social Studies dan The Social Roles Model memberikan beberapa alternatif pilihan kurikulum IPS.

The Minnessota Social Studies memperluas ruang lingkup kurikulum IPS sebelumnya, menjadi ;

  1. TK                   :           Bumi sebagai tempat hidup dan rumah untuk semua manusia
  2. Kelas 1-2         :           Keluarga disekitas dunia
  3. Kelas 3-4         :           Masyarakat dunia
  4. Kelas 5            :           Studi tentang kedaerahan
  5. Kelas 6            :           Sistem ekonomi
  6. Kelas 7            :           Manusia dan masyarakat
  7. Kelas 8            :           Sistem politik

Sedangkan The  Social Role Model menekankan kepada partisipasi siswa. Tujuh peran sosial yang di tekankan oleh The Social Role Model: Penduduk, pekerjaan, konsumen, anggota keluarga, pertemanan, anggota berbagai kelompok sosial, dan diri sendiri.

Materi Pokok untuk Kurikulum IPS

Materi

Penjelasan

Sebab Akibat

Setiap kejadian memiliki hubungan sebab akibat

Konflik

Interaksi perjuangan dalam persaingan

Koperasi

Usaha bersama-sama

Perubahan Budaya

Kebudayaan tidak pernah bersifat statis

Ketergantungan

Manusia dan Kelompok akan saling ketergantungan

Perubahan

Manusia dan kelompok mengalami perubahan

Kekuasaan

Pengaruh dari pembuatan suatu kebijakan

Kontrol Sosial

Kebebasan dibatasi oleh aturan masyarakat

Tradisi

Nilai dan pedoman hidup yang dipegang

Nilai

Objek, perilaku dan gagasan

 

 2.8      Merencanakan Pelajaran IPS yang Powerful

Guru harus berhati-hati daam merencanakan pebelajaran IPS yang Powerful agar dapat menunjukan hasil yang bermakna bagi siswa. Mengambil beberapa pengalaman yang terpilih untuk dijadikan contoh pembelajaran bagi siswa, sehingga mereka merasakan bahwa IPS sangatlah dekat dengan kehidupan mereka. Pembelajaran yang powerful dalam IPS membantu para siswa untuk membangun potensi yang tersimpan di dalam diri mereka masing-masing. Selain itu, membantu para siswa untuk menghubungkan fakta-fakta sosial dengan isu-isu sosial kemudian dapat memecahkan masalahnya. Materi yang dipilih haruslah menantang, terpadu, dan berbasis pada nilai. Bisa juga, guru dan siswa bekerja bersama dan saling menjaga rasa sportifitas dalam suasana kelas, dan menganjurkan para siswa untuk saling memberikan kesempatan bagi yang lain. Peran guru menjadi seorang motivator dan membimbing siswa kepada tujuan pembelajaran.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Hasil penilaian tugas yang diberikan oleh kelompok kami sebagai berikut.

Soal : Pilih salah satu negara yang ada di dunia, lalu paparkan hal berikut ini; challenging, meaning full, active, integrative, value based!

No.

N I M

Nama

Nilai

Keterangan

1

0807886

Tyrra Arismaya

Kelompok 1

2

0900844

Ajeng Ginanjar

A

 

3

0900934

Evita Khoeriyah

B

 

4

0900940

Widiya Purwanti

B

 

5

0901077

Tia Wulandari

A

 

6

0901085

Mia Talita Rahma

B

 

7

0901091

Shifa Fauziah

B

 

8

0901117

Fitri Aliva

Kelompok 1

9

0901161

Ilham Irdiansyah

B

 

10

0901172

Andri Purnama J

B

 

11

0901273

Regina Virgyn

A

 

12

0901332

Agung Wiradimadja

B

 

13

0901344

Nita Awalita Sundari

A

 

14

0901375

Astri Sulistiani RIS

B

 

15

0901379

Astri Nurjannah

A

 

16

0901415

Millaty Anggana Puri

A

 

17

0901481

Gina Dameria

A

 

18

0901599

Dewi Sri Lestari

B

 

19

0901603

Mira Karmila

A

 

20

0901610

Yuda Irfani

B

 

21

0901625

Kundari Agustianingsih

B

 

22

0901637

Nita Dyah Rahmawati

A

 

23

0901695

Riefki Fiestawa

B

 

24

0901699

Saepul Bukhori

B

 

25

0901702

Novi Rianti

B

 

26

0901703

Yanra Juniar

B

 

27

0901712

Abdul Aziez Muslim

A

 

28

0901739

Dadan Kusnandar

B

 

29

0901800

Agi Priatna

B

 

30

0901826

Azhar Juniarto

B

 

31

0901830

Fani Citra Dewi

B

 

32

0901842

Indra Kusumah

Tidak mengumpulkan

33

0901876

Winda Harisanti

A

 

34

0901877

Irda Jamilatussyamsiah

B

 

35

0901909

Astriani Puji Rahayu

B

 

36

0901925

Dilla Rahmi Rahayu

B

 

37

0903913

Hamka Mujahid Maruf

A

 

38

0903921

Elita Suratmi

A

 

39

0903935

Tiani Andikni

B

 

40

0903957

Savitri Purbaningsih

B

 

41

0903976

Chintia Oktaviany

B

 

42

0903977

Ray Widy Anjarsari

B

 

43

0904059

Dena Yemin Meisendi

A

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s